Soal Toa Masjid, Ini Kata MWC NU Kalibagor

Kalibagor, nubanyumas.com – Terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) tentang penggunaan pengeras suara masjid atau toa masjid beberapa hari ini sedang ramai dibicarakan oleh banyak orang.

Terbitnya surat edaran itu pun kemudian menuai pro dan kontra di masyarakat. Pihak yang pro tentu mendukung penuh adanya surat tersebut, sebaliknya pihak yang kontra justru menganggap Menag telah membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing.

Mukmin, Pengurus MWC Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas dalam rapat kordinasi pengurus NU Ranting Kalibagor mengatakan bahwa surat edaran tersebut intinya adalah pengaturan, dari sumber suara yang akan mengganggu, bukan suatu larangan adzan menggunakan toa.

“Surat edaran itu intinya adalah pengaturan dari sumber suara yang akan mengganggu bukan suatu larangan adzan menggunakan toa,” kata Mukmin, Ahad (28/2/2022) malam di kediaman Supri salah satu pengurus NU Ranting Kalibagor.

Baca Juga : Rakor NU Ranting Kalibagor Bahas Kinerja Organisasi

Namun, lanjut Mukmin ada sekelompok orang yang memelintir seolah menjadi melarang adzan menggunakan toa. Ada juga yang tidak terima, tidak rela dianalogikan atau dibandingkan antara suara adzan dengan suara anjing.

“Padahal titik poinnya itu ada di pengaturan sumber suara yang mengganggu warga,” lanjutnya.

Mukmin menjelaskan bahwa sumber suara yang mengganggu dapat berasal dari suara anjing, suara mesin, suara kenalpot bobok dan suara lainya yang dapat menyebabkan kebisingan. Karena realitanya masyarakat Indonesia itu beragam. Jadi barangkali ada daerah yang masyarakatnya merasa terganggu ketika terlalu keras suaranya.

Diketahui bahwa rakor tersebut dihadiri oleh 13 pengurus Ranting NU Kalibagor. Selain membahas isu-isu terkini, kegiatan terebut juga untuk evaluasi program kerja dan mencari solusi untuk program yang belum berjalan maksimal.

Kontributor : Bagas Prakoso 
Editor : Kifayatul Ahyar

Tulisan sebelumnyaUsai Dilantik, Fatayat Karangsari Diharapkan Ikhlas Berjuang
Tulisan berikutnyaBahtsul Masail, Upaya Ansor Watuagung Jawab Problematika Umat

TULIS KOMENTAR

Tuliskan komentar anda disini
Tuliskan nama anda disini