BANYUMAS, nubanyumas.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan organisasinya. Untuk pertama kalinya sepanjang 13 periode kepengurusan berdiri, Pendidikan dan Pelatihan Pertama (DIKLATAMA I) Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) akhirnya sukses dilaksanakan.
Kegiatan bersejarah yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (3-5/7/2026) ini, bertempat di MTs SA Hidayatul Mubtadi’in Kalitapen, Purwojati. Sebanyak 19 peserta dari unsur kader IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Purwojati ikut ambil bagian untuk digembleng menjadi kader lapangan yang militan.
Ketua PAC IPNU Purwojati, Galang Indra Saputra, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar agenda kaderisasi rutin, melainkan bukti nyata dari komitmen penguatan sistem kaderisasi hingga ke tingkat badan otonom lapangan.
“Selama 13 periode PAC IPNU IPPNU Purwojati berdiri, baru pada masa khidmat ini DIKLATAMA CBP KPP dapat terlaksana. Ini tentu bukan sekadar program kerja, tetapi bagian dari ikhtiar menghadirkan kader-kader yang siap mengabdi, siap memimpin, dan siap bergerak untuk organisasi, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama,” tegas Galang.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan 12 materi wajib sebagai fondasi dasar kaderisasi CBP KPP. Ketua Panitia DIKLATAMA I, Panji Prasetyo, menjelaskan bahwa materi tersebut dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta ketangguhan fisik dan ideologis.
Tidak hanya menerima materi di dalam forum, mental dan ketahanan para peserta juga diuji secara langsung di lapangan. Mereka mengikuti sesi long march dengan menelusuri kawasan alas Desa Kalitapen untuk melatih kekompakan, kedisiplinan, dan daya juang dalam menghadapi tantangan nyata.
“Diklatama ini kami siapkan sebagai proses kaderisasi awal untuk membentuk kader CBP KPP yang berkarakter, disiplin, dan siap mengabdi. Dua belas materi wajib yang diberikan menjadi bekal dasar agar peserta memiliki kesiapan mental, fisik, dan ideologis dalam menjalankan tugas-tugas kaderisasi,” ujar Panji.
(H Ahyar)















