Beranda Warta

Sejarah Desa Pengadegan Rampung Ditulis, Mahasantri KKN Ma’had Aly Andalusia Dorong Publikasi Digital

 

Wangon, nubanyumas.com – Mahasantri Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Ma’had Aly Andalusia Leler, Kebasen, Banyumas, dinilai telah meletakkan fondasi penting dalam penulisan sejarah Desa Pengadegan melalui pendekatan akademik yang dipadukan dengan kerja kreatif berbasis digital. Upaya tersebut menjadi langkah awal pencatatan sejarah desa yang terstruktur, terdokumentasi, dan dapat diakses publik secara luas.

Ketua Kelompok KKN Ma’had Aly Andalusia, Rahmat Puji Iryanto menyampaikan bahwa penyusunan sejarah desa tidak sekadar menjadi program kerja rutin, melainkan ikhtiar ilmiah untuk menyelamatkan memori kolektif masyarakat dari risiko hilang dan terputus oleh zaman. Prosesnya dilakukan melalui penelusuran arsip lama, wawancara sumber primer, pengumpulan data sekunder, hingga sinkronisasi informasi.

“Yang kami bangun bukan hanya narasi sejarah, tetapi kerangka dasar yang bisa terus dikembangkan oleh desa. Ini pijakan awal agar sejarah Desa Pengadegan tidak lagi bersifat lisan semata, tetapi tercatat, diverifikasi, dan terbuka,” ujar Ketua.

Ia menambahkan, kerja akademik tersebut juga dibingkai dengan prinsip keterbukaan ilmiah. Mahasantri KKN secara sadar membuka ruang koreksi dari masyarakat apabila ditemukan kekeliruan data, sebagai bagian dari etika akademik dan tanggung jawab keilmuan terhadap publik desa.

Sejarah Desa Pengadegan yang telah disusun kemudian dipublikasikan secara resmi melalui portal desa desapengadegan.id, yang juga merupakan hasil karya Mahasantri KKN di bidang digitalisasi desa. Publikasi ini menjadi penanda penting peralihan dokumentasi sejarah desa ke ruang digital yang lebih berkelanjutan.

Web Developer tim KKN Ma’had Aly Andalusia, Ramah Tegar Pambudi menjelaskan bahwa digitalisasi sejarah desa dirancang tidak hanya sebagai arsip statis, melainkan sebagai pusat informasi yang mudah diakses dan terus diperbarui. Platform tersebut disiapkan agar dapat dikelola langsung oleh pemerintah desa ke depan.

“Website desa kami bangun sebagai medium pengetahuan. Sejarah desa menjadi konten inti yang menunjukkan identitas dan jati diri Pengadegan, sekaligus mendukung transparansi dan literasi digital masyarakat,” jelasnya.

Portal resmi desa tersebut secara administratif telah diserahkan kepada Pemerintah Desa Pengadegan melalui penandatanganan berita acara serah terima pada Senin, 26 Januari 2026. Langkah ini menegaskan keberlanjutan pengelolaan informasi desa setelah masa KKN berakhir.

Dengan selesainya penyusunan dan publikasi sejarah desa dalam kurun waktu satu bulan, Mahasantri KKN Ma’had Aly Andalusia dinilai berhasil mengintegrasikan kerja intelektual, pengabdian sosial, dan teknologi digital. Fondasi yang telah diletakkan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Desa Pengadegan untuk terus merawat sejarahnya secara ilmiah dan relevan dengan perkembangan zaman.

editor : djito el fateh