BATURRADEN, nubanyumas.com – Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perubahan warga bangsa, tak terkecuali bagi santri sebagai generasi muda bangsa. Sikap warga bangsa menjadi cerminan kehidupan atas pengamalan ideologi Pancasila dalam pergaulan sosial.
Hal itu disampaikan Ulul Huda, dosen Fakultas Ilmu Budaya UNSOED dalam program pengabdian kepada masyarakat tentang penguatan nilai ideologi bangsa bagi santri pada Pesantren Mahasiswa An-Najah Purwokerto. Tahapan program itu dilakukan melalui berbagai kegiatan diantaranya workshop penanaman ideologi Pancasila, sekolah Pancasila, dan literasi Pancasila melalui kelas menulis kreatif.
“Tahapan penguatan nilai ideologi Pancasila bagi santri saat ini pada pengembangan literasi Pancasila melalui kelas menulis kreatif. Literasi itu sebagai otentisitas pengalaman santri dalam pengamalan Pancasila di rumah, pondok, kampus, dan masyarakat,” katanya, Ahad (8/10/2023).
Ulul Huda menjelaskan, perubahan pola pergaulan, life style, dan sikap hidup generasi muda saat ini seolah jauh dari nilai spirit perjuangan bangsa pada masa lampau. Pola perubahan tersebut menunjukkan perlunya penguatan ideologi bangsa kepada generasi muda.
Pesantren dan mahasiswa, tutur Ulul Huda menjadi wadah dan sasaran strategi dalam pengembangan nilai Pancasila. Melalui sekolah Pancasila para mahasantri menjadi agen dalam pengembangan pengamalan nilai Pancasila di masa depan.
“Sekolah Pancasila digelar dalam bentuk kemah dan kelas menulis kreatif. Melalui forum ini ditanamkan nilai Pancasila terutama pada penguatan profil pelajar Pancasila,” terangnya.
Seperti diketahui, sejumlah 50 mahasantri mengikuti Sekolah Pancasila sebagai sarana untuk menguatkan nilai ideologi Pancasila. Santri diajak berinteraksi untuk menguatkan jadi diri, pola pikir, perilaku dengan menumbuhkan sikap inklusif, cinta kasih, dan guyub rukun dalam kebhinekaan.