Pesantren Teknoprener, Usaha Menciptakan Santri Berkemampuan IT

Pesantren Teknoprener Al Karim Banyumas dibangun

KEDUNGBANTENG, nubanyumas.com – Santri sekaligus ahli IT (Information Technology), mungkinkah? Sangat mungkin, paling tidak itu yang disampaikan Imam Tahyudin, pendiri Yayasan Cahaya Langit Dunia kepada nubanyumas.com saat peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Teknoprener Al Karim, Minggu (12/9/21).

Gagasan besarnya mencetak santri pengusaha berakhlak mulia, berilmu luas, dan Ahli Teknologi Informasi langsung dieksekusi dengan membangun Pesantren Teknoprener. Pesantren yang menggabungkan ilmu agama dan teknologi informasi pertama di Banyumas.

Bertempat di desa Keniten kecamatan Kedungbanteng, Pesantren Teknoprener Al Karim diharapkan dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Imam, yang juga Ketua Lembaga Takmir Masjid PCNU Kabupaten Banyumas menambahkan, perkembangan zaman yang sangat membutuhkan kemampuan IT coba dijawab dengan melahirkan santri yang ahli ilmu agama sekaligus ahli teknologi informasi.

“Dengan santri yang ahli IT, semoga dapat memanfaatkan teknologi untuk berdakwah lebih luas, sesuai dengan tuntutan zaman,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Cahaya Langit Dunia, Andi Dwi Rianto menuliskan dalam laman facebooknya, dengan ilmu dan keahlian memanfaatkan teknologi, diharapkan santri dapat mandiri sekaligus bermanfaat bagi lingkungan.

Baca Juga : Pesantren Darussalam Purwokerto Gelar Haul Pertama KH Chariri Shofa

“Semoga santri dapat mandiri, dapat menciptakan peluang usaha, tentu dengan berakhlakul karimah,” tulisnya.

Sesepuh NU Banyumas, Kiai Muhail memberikan tausiyah sebelum peletakkan batu pertama. Dalam tausiyahnya Kiai Muhail menjelaskan bahwa musuh utama masyarakat saat ini adalah kebodohan dan kemiskinan.

Ia mengharapkan pembangunan Pesantren Teknoprener ini dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Dan tentu saja menjadi manfaat di dunia dan akhirat.

Hadir dalam acara tersebut Habib Anis Alatas, beberapa pengurus yayasan, dan sejumlah tamu undangan.

Acara peletakan batu pertama ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh Kiai Muhail. (*)

Tulisan sebelumnyaBaznas Launching Beasiswa Santri, Sasar 52 Ma’had Aly Se Indonesia
Tulisan berikutnyaAda Matematika di Kain Batik, Benarkah?

TULIS KOMENTAR

Tuliskan komentar anda disini
Tuliskan nama anda disini