Pergunu Sokaraja Teguhkan Komitmen Mewujudkan Guru Humanis dan Inspiratif di Era Digital

SOKARAJA, nubanyumas.com – PAC Pergunu Sokaraja sukses menggelar Brainstorming dan Seminar Pendidikan putaran kesembilan yang diinisiasi PC Pergunu Banyumas, Minggu (30/11/2025), di MI Ma’arif NU Lemberang.

Kegiatan ini menghadirkan jajaran PC Pergunu Banyumas, unsur MWC NU Sokaraja, Dewan Pakar Pergunu, serta puluhan guru anggota Pergunu se-Kecamatan Sokaraja. Semangat kolaboratif tampak kuat, menandai komitmen Pergunu untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai, humanitas, dan inovasi.

Ketua PC Pergunu Banyumas sekaligus narasumber utama, Dr. Dudiyono, M.Pd.I, menegaskan bahwa guru di era modern harus mengedepankan pendekatan humanis, kreatif, dan inspiratif dalam proses pembelajaran. Ia mengingatkan bahwa teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI) hanyalah alat bantu, bukan pengganti peran guru.

Jadilah guru yang menghadirkan novelty—terobosan dan kreativitas baru demi peningkatan mutu pendidikan. Keberhasilan mendidik bukan hanya soal teknologi, tetapi kepekaan dan ketulusan hati,” ujarnya.

Dudiyono menekankan bahwa ruh pendidikan terletak pada interaksi bermakna antara guru dan peserta didik. Kepribadian guru, menurutnya, jauh lebih menentukan arah masa depan siswa dibandingkan sekadar perangkat digital yang berkembang cepat.

Dewan Pakar Pergunu sekaligus perwakilan MWC NU Sokaraja, Drs. Mohamad Alwi, M.Pd.I, menambahkan bahwa Pergunu memiliki peran strategis dalam mengawal kualitas guru di tengah arus perubahan sosial. Ia menyinggung maraknya kenakalan remaja yang membutuhkan kehadiran guru sebagai figur preventif.

Senada dengan itu, Dewan Pakar Pergunu lainnya, Drs. Mohammad Husain, M.So, menegaskan bahwa guru adalah “pelukis masa depan” yang garis-garis karyanya tampak pada karakter dan akhlak murid. Ia menilai peran guru sebagai pembangun peradaban tidak boleh melemah oleh distraksi teknologi maupun melemahnya perhatian orang tua.

Pada sesi penutup, Ketua PAC Pergunu Sokaraja, Nuraini, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia berharap ilmu dan motivasi yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Sementara itu, Lutfi Wahab, MT, mengajak seluruh kader Pergunu untuk memperkuat sinergi organisasi, terutama dalam pemanfaatan KTA Pergunu Digital sebagai bagian dari transformasi organisasi menuju era digital. Menurutnya, digitalisasi identitas anggota adalah langkah penting memperkuat layanan dan jaringan Pergunu di Kabupaten Banyumas.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa guru humanis dan inspiratif bukan sekadar wacana ideal, tetapi sebuah keniscayaan dalam membangun pendidikan yang bermartabat. Pergunu Sokaraja berharap gerakan ini terus meluas dan mengakar di semua lini pendidikan nahdliyin.

Tulisan sebelumnyaFatayat NU Banyumas Gaungkan Gerakan Anti-Bullying dan Kekerasan Anak dalam Pengajian Ahad Manis
Tulisan berikutnyaForum Sesepuh NU Serukan Islah dan Minta Pengurus Jaga Marwah Jam’iyyah

TULIS KOMENTAR

Tuliskan komentar anda disini
Tuliskan nama anda disini