
Banyumas, nubanyumas.com – Munaqasyah angkatan ketiga Ma’had Aly Andalusia tidak sekadar menjadi ujian akhir bagi mahasantri. Sidang skripsi yang berlangsung 7–8 Oktober 2026 tersebut menghadirkan empat penguji eksternal dari latar belakang keilmuan berbeda, termasuk ulama yang memiliki keterkaitan dengan Universitas Al-Azhar Kairo hingga guru besar perguruan tinggi Islam.
Mudir ‘Am Ma’had Aly Andalusia, KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam), mengatakan keterlibatan penguji eksternal menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas proses akademik. Mahasantri perlu mendapatkan pertanyaan dan penilaian dari perspektif keilmuan yang beragam agar kemampuan ilmiahnya benar-benar teruji.
Empat penguji eksternal tersebut yakni Syaikh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin, Dr. M. Agus Salim, Lc., M.A., Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, Lc., M.A., dan Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A. Mereka bersama penguji internal menguji 38 mahasantri yang mengikuti Munaqasyah angkatan ketiga.
Syaikh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin dikenal memiliki keterkaitan dengan Universitas Al-Azhar Kairo dan aktif dalam lingkungan pendidikan Ma’had Aly Andalusia. Sementara Dr. M. Agus Salim, Lc., M.A. merupakan ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhsan wa Taqwa, Kebumen, sekaligus akademisi yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan literasi Al-Qur’an.
Sementara Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, Lc., M.A. merupakan Guru Besar Ilmu Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Adapun Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A. merupakan dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA).
Menurut Gus Anam, keberadaan para penguji tersebut memberikan pengalaman akademik penting bagi mahasantri. Mereka tidak hanya diuji mengenai isi penelitian, tetapi juga ditantang menjelaskan metodologi, hasil penelitian, serta argumentasi yang mendasari kesimpulan skripsinya.
“Melalui Munaqasyah ini, mahasantri belajar bahwa ilmu tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus mampu dijelaskan, diuji, dan dipertanggungjawabkan,” demikian substansi yang ditekankan dalam proses akademik tersebut.
Munaqasyah angkatan ketiga sendiri mengambil konsentrasi Takhasus Bahasa dan Sastra, sesuai bidang keilmuan yang dikembangkan Ma’had Aly Andalusia. Setiap mahasantri diuji melalui lima aspek, yakni presentasi, sistematika penulisan, metodologi penelitian, hasil penelitian, dan kemampuan argumentasi.
Bagi Ma’had Aly Andalusia, forum tersebut sekaligus menjadi ruang memperluas jejaring akademik dengan ulama, pesantren, dan perguruan tinggi. Gus Anam berharap proses akademik semacam ini dapat membentuk lulusan yang tidak hanya menguasai materi keislaman dan bahasa Arab, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan keilmuannya secara ilmiah.











