Konferancab XX Tetapkan Umam Mushafa dan Aliefka Aisyatul A Pimpin IPNU-IPPNU Kedungbanteng

    KEDUNGBANTENG, nubanyumas.com – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) XX PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kedungbanteng menetapkan Umam Mushafa sebagai Ketua PAC IPNU dan Aliefka Aisyatul A. sebagai Ketua PAC IPPNU untuk masa kepengurusan berikutnya. Keduanya terpilih dalam konferensi yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 31 Oktober–1 November 2026, di MTs Ma’arif NU 1 Kedungbanteng.

    Umam Mushafa dan Aliefka Aisyatul A. menggantikan kepemimpinan sebelumnya yang dijabat oleh Alvin Mubarok sebagai Ketua PAC IPNU dan Nabilatun Nazifah sebagai Ketua PAC IPPNU. Terpilihnya dua nahkoda baru tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus keberlanjutan kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kedungbanteng.

    Konferancab XX mengusung tema “Merawat Tradisi, Menumbuhkan Kreasi, Melanjutkan Estafet Kaderisasi”. Forum tertinggi organisasi di tingkat anak cabang ini tidak hanya menjadi ruang pergantian kepemimpinan, tetapi juga wadah evaluasi kepengurusan masa khidmat 2024–2026 serta perumusan arah gerakan organisasi ke depan.

    Rangkaian konferensi meliputi pembukaan, sidang tata tertib, sidang komisi, penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ), pendemisioneran pengurus, talk show, pentas seni, hingga proses pemilihan ketua PAC IPNU dan IPPNU. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari mekanisme organisasi dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan dan kaderisasi.

    Ketua PC IPNU Banyumas, Fahmi Abdurrahman, menyampaikan pesan agar pergantian kepemimpinan dimaknai sebagai proses estafet pengabdian, bukan sekadar berakhirnya masa jabatan. Pengurus demisioner diharapkan tetap memberikan kontribusi, pengalaman, dan pendampingan bagi kepengurusan baru. Sementara itu, ketua terpilih diharapkan mampu menjaga amanah, merangkul seluruh kader, serta melanjutkan program dan nilai-nilai baik yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya.

    “Keberhasilan regenerasi organisasi tidak hanya ditentukan oleh terpilihnya pemimpin baru, tetapi juga oleh kemampuan seluruh kader untuk tetap menjaga kebersamaan dan komitmen berkhidmah. Perbedaan dinamika selama konferensi hendaknya menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi, sehingga setelah forum berakhir seluruh kader dapat kembali berjalan dalam satu barisan,” katanya.

    Sementara itu, kepemimpinan sebelumnya telah melalui masa khidmat 2024–2026 dengan berbagai proses pembelajaran dan pengabdian. Alvin Mubarok dan Nabilatun Nazifah sebelumnya menekankan pentingnya menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah sekaligus mendorong kreativitas dan inovasi kader agar organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman.

    Dengan terpilihnya Umam Mushafa dan Aliefka Aisyatul A., PAC IPNU-IPPNU Kedungbanteng diharapkan semakin solid, progresif, dan mampu menghadirkan ruang kaderisasi yang produktif bagi pelajar. Estafet kepemimpinan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran IPNU-IPPNU dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berilmu, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai ke-NU-an.

    Konferancab XX pun menandai babak baru perjalanan IPNU-IPPNU Kedungbanteng. Semangat merawat tradisi, menumbuhkan kreasi, dan melanjutkan estafet kaderisasi diharapkan tidak berhenti sebagai tema konferensi, tetapi benar-benar menjadi arah gerak kepengurusan yang baru.