Khutbah Idul Fitri 1446 H: Meraih Kemenangan Sejati di Hari yang Fitri
Teks naskah khutbah idul fitri 1446 H / 2025 M di tulis oleh Ustadz M. Shodiq Ma’mun, S.Sos / Ketua RMI MWC NU Ajibarang
Khutbah ke 1
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الإيمانِ وَالإسْلامِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً فِي مَمَرِّ اللَّيَالِي وَالأَيَّامِ
أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْ أَرْسَلَ إِلَيْنَا رَسُولًا يَهْدِينَا إِلَى سُبُلِ النَّجَاةِ وَالسَّلاَمِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمَلِكُ الْعَلَّامُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْبَشِيرُ وَالنَّذِيرُ الشَّفِيعُ يَوْمَ الزِّحَامِ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلَاةً لَا تَفْنَى وَلَا تَبِيدُ، وَسَلِّم تَسْلِيمًا كَثِيرًا
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَاسْتَمْسِكُوا مِنَ الْإِسْلَامِ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِينَ : قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى , وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, yang telah meletakkan manusia berada pada derajat yang paling tinggi di antara makhluk ciptaan lainnya, agar dengan ketinggian derajat itu manusia dapat mengagungkan dzat yang menciptakan langit dan bumi, taat kepadaNya sembari membersihkan diri dari hawa nafsu dan permusuhan terhadap sesama. Dalam menjalani kehidupan, manusia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, menjalani hidup dengan penuh welas asih dan saling menghormati.
Oleh karenanya, marilah kita melahirkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, hidayah, kesehatan, dan kesempatan yang telah diberikan kepada kita pada pagi hari ini.
Tidak ada balasan untuk setiap kebaikan kecuali kebaikan itu sendiri. Sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an:
هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُ
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan”. (QS Al-Rahman (55): 60)
اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral muslimin, jamaah sholat Id rahimakumullah …
Saat ini, kita semua merasakan kebahagiaan yang mendalam saat merayakan Idul Fitri, setelah sebulan penuh berjuang melawan nafsu dan melaksanakan ibadah di bulan Ramadan. Rasa gembira dan kepuasan menghiasi hati kita, setelah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa di siang hari. Di malam hari, kita berjuang melawan hawa nafsu melalui qiyamul lail, shalat tarawih, dan tahajud, serta memperbanyak taqarrub ilallah (تَقَرُّب إِلَى اللَّهِ).
Selama bulan puasa yang telah kita lewati bersama, kita telah berjuang menahan lapar dan dahaga. Di siang hari, kita menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, sementara di malam hari, kita berusaha melawan rasa malas agar dapat melaksanakan ibadah dengan sepenuh hati. Semua ini merupakan wujud pengabdian kita kepada Allah SWT.
Sebagai pelengkap perjuangan tersebut, di penghujung bulan Ramadan, kita juga membersihkan diri dengan mengeluarkan zakat fitrah. Zakat ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama sekaligus untuk menyempurnakan ibadah puasa. Semoga setiap usaha dan pengorbanan kita selama bulan suci Ramadan diterima dan menjadi berkah bagi kita semua.
Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى , وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
“Sungguh, beruntunglah orang yang membersihkan diri dan dia ingat nama Tuhannya lalu dia melaksanakan sembahyang”. (QS Al-A’la (87): 14-15)
اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral muslimin, jamaah sholat Id rahimakumullah …
Setelah berhasil mengalahkan hawa nafsu, pada hari Idul Fitri yang penuh berkah ini, kita merayakan kemenangan kita dengan menggaungkan takbir dan tahmid. Mari kita serukan keagungan Allah dan sebarkan syiar Islam ke seluruh penjuru. Ini adalah momen yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dan keceriaan dengan sesama.
Bulan Ramadhan telah disetting oleh Allah sebagai momen pembelajaran bagi kita semua, agar setiap insan yang memasuki bulan suci ini dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Dengan harapan besar, semoga kita keluar dari Ramadhan sebagai pribadi-pribadi yang lebih baik.
Maka, di samping mewajibkan puasa Ramadhan, Allah juga mewajibkan zakat fitrah serta menganjurkan kita untuk memperbanyak tadarus dan i’tikaf. Rasa lapar dan dahaga yang kita alami selama berpuasa bukan hanya sebagai bentuk taqarrub kepada Allah, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa simpati terhadap sesama, terutama mereka yang kurang mampu. Jika terapi ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka umat Islam akan keluar dari bulan Ramadan dengan membawa kemenangan yang hakiki.
اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral muslimin, jamaah sholat Id rahimakumullah …
Hari Raya Idul Fitri adalah momen istimewa yang telah disiapkan oleh Allah untuk mengembalikan manusia kepada ke-fitrah-an. Marilah kita berusaha untuk kembali kepada kesucian dan tunduk patuh kepada Allah SWT.
Di hari inilah, saatnya kita memperbaiki hubungan antar sesama, menguatkan tali ukhuwah yang mungkin semakin hari semakin renggang atau bahkan telah putus. Mari kita hidupkan kembali tradisi silaturahmi yang makin hari makin tergerus oleh budaya barat, dan menghiasi hari raya ini dengan sikap penuh kebaikan serta upaya untuk saling menghadirkan kebahagiaan.
Mari kita berlomba-lomba saling memberi maaf tanpa harus dimintain maaf terlebih dulu. Model kehidupan seperti inilah yang sangat dibutuhkan saat ini—kehidupan yang didasari rasa cinta dan pengorbanan jauh dari curiga, suudzon, serta perilaku kasar. Inilah gambaran kehidupan Islami yang dicita-citakan oleh umat Islam saat ini.
Jangan sampai suasana indah Idul Fitri ini hanya berlalu dalam sekejap. Jangan biarkan hari raya ini mengikis nilai-nilai persaudaraan di antara kita. Sesuai dengan maknanya, bulan Syawal adalah waktu untuk peningkatan; mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat ibadah kita dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, sehingga setiap langkah kita menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang lebih bermakna.
Rasulullah SAW berpesan:
اِجْتَهِدُوا يَوْمَ الْفِطْرِ فِي الصَّدَقَةِ وَأَعْمَالِ الْخَيْرِ وَالْبِرِّ مِنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ، فَإِنَّهُ يَوْمٌ الَّذِي يغفرُ اللَّهُ فِيهِ
ذُنُوبَكُمْ وَيَسْتَجِيبُ دُعَاءَكُمْ وَيَنْظُرُ إِلَيْكُمْ بِالرَّحْمَةِ
“Bersungguh-sungguhlah kalian di hari nan fitri tersebut untuk senantiasa bisa bersedekah dan beramal kebaikan seperti sholat, zakat fitrah, bertasbih, bertahlil, sebab hari itu adalah hari dimana Allah SWT mengampunkan segala dosa kalian dan hari mengijabah segala permohonan kalian begitupun juga hari mencucurkan rahmat-Nya”. (Durrotun Nashihin).
Hari ini adalah saat di mana Allah mengampuni dosa-dosa kita, mengabulkan doa-doa kita, dan memandang kita dengan rahmat-Nya. Marilah kita resapi makna Idul Fitri ini dengan sepenuh hati dan amalkan semampu kita. Ingatlah .., Idul Fitri bukanlah batas akhir dari amal-amal baik yang telah kita lakukan selama Ramadan. Jika selama bulan suci ini kita mampu melaksanakan shalat 20 rakaat lebih, bangun malam untuk bertadarus, maka mampukah kita meneruskan kebiasaan baik ini di waktu-waktu mendatang? Ini adalah pertanyaan dan tantangan bagi kita semua.
Mudah-mudahan setelah Ramadan ini, kehidupan kita senantiasa dihiasi dengan nilai-nilai rendah hati, rasa persaudaraan, dan hubungan kekeluargaan yang mencerminkan keadaan yang baik dan penuh ampunan dari Allah. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ
الله لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah ke 2
الخلُطْبَةُ الثَّانية
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ
الْحَمْدُ للهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَاركَاً فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضى، وَأَشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَه لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أمَّا بَعْدُ: فَيَا أيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالى حَقَّ التَّقْوى. وَاعْلَمُوْا أنَّ اللهَ أمَرَكُمْ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ
وَقَالَ تَعَالى: إنَّ اللهَ وَمَلائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلى النَّبِيِّ يَا أيُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِه وَأصْحَابِه أجْمَعِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ سَيِّدِنَا أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ وَعَنْ كُلِّ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الحْاَجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
عَبَادَ اللَّهِ .. أنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعْمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Download Naskah Khutbah Idul Fitri 1446 H / 2025 M Klik Link di Bawah ini.
Download Bilal Idul Fitri Lengkap PDF