Ini Pentingnya Dikubur di Samping Makam Orang Shalih

Gus Sadun Muhammad Sa'dullah
Muhammad Sa'dullah (Gus Sa'dun), Pengajar di Ponpes Ath Thohiriyyah, Purwokerto, (istimewa)

Al Habib Alawy bin Abdullah As Syihab berkata: “Ketika Syaikh Ma’ruf Al Karkhi wafat, Allah menghilangkan siksa penghuni kubur yang terletak di sekitar kanan-kiri kuburannya. Yaitu, arah kiri 20 ribu orang, arah kanan 20 ribu orang.”

Ketika salah satu Masyayikh yang ahli kebaikan wafat, ia di kebumikan di daerah Mashaf Qasam. Suatu saat, ada seseorang yang mempunyai keutamaan sedang memimpikannya. Seakan dia berada di sebuah kuburan dekat makam Syaikh Baqusyairi, dan dia melihat dengan keadaan yang baik-baik saja, padahal sebelumnya ia melihat keadaan yang tidak baik.

Orang yang mempunyai keutamaan tersebut, –dalam mimpinya– berkata kepada penduduk kuburan, “Apakah gerangan yang membuat saya melihatmu dengan keadaan yang baik-baik saja?”

Penduduk kuburan menjawab, “Allah telah menghilangkan siksa kami, lantaran jasad Syaikh Baqusyairi yang di kebumikan dekat kuburan kami.”

Kemudian ia menambahkan ceritanya, “Ketika As Sayyid Al-Habib Muhammad bin Ahmad Jamalullail, yang dikenal dengan sebutan Muqaddam Turbah Al Mahsaf, dikebumikan di kuburan ini, Allah menghilangkan siksa seluruh penduduk kuburan ini.” (Al-Washaya, hal. 63-64).

*

Dari Abi Yusuf bin Lahyan berkata, “Ketika Imam Ahmad bin Hambal wafat, ada seorang pemuda bertemu dalam mimpinya, seakan-akan setiap kuburan ada lampunya.”

Pemuda itu bertanya, “Apa itu?”

Dikatakan kepada pemuda, “Apakah kamu tidak tahu, bahwa itu adalah cahaya untuk penduduk kuburan. Itu semua sebab jasad Imam Ahmad bin Hambal yang dikebumikan di dekat penduduk kuburan ini, yang semula disiksa lalu dibelas kasihani.”

Baca Juga : Ini Dia Bacaan Bilal Sholat Jumat

Dari Ali bin Bina’, ia berkata, “Ketika ibunya Al-Qathi’i wafat, ia mengebumikan ibunya di sekitar kuburan Imam Ahmad bin Hambal. Suatu malam Al-Qathi’i menjumpai ibunya dalam mimpi.”

Ia bertanya kepada ibunya, “Apa yang dilakukan Allah kepadamu, Ibu?”

Ibunya menjawab, “Wahai anakku, Allah meridhaimu. Karena kamu telah mengebumikan aku di dekat kuburan seseorang yang setiap malam, atau setiap malam Jumat, selalu dituruni rahmat, di mana rahmatnya tidak hanya dirasakan olehnya saja, akan tetapi, dapat dirasakan oleh seluruh penduduk kuburan, dan aku termasuk yang ada di dalamnya.” (Shifatus Shafwah, Juz 2, hal. 369).

*) Pengajar di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah, Parakanonje, Purwokerto, dan Founder Samawi

Tulisan sebelumnyaDiduga Jadi Pelaku Perusakan Banner dan Simbol Ansor, Dua Pemuda Ditahan
Tulisan berikutnyaIslam, Dakwah, dan Nusantara

TULIS KOMENTAR

Tuliskan komentar anda disini
Tuliskan nama anda disini