
BANYUMAS, nubanyumas.com — Pengurus Idarah Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Banyumas menggelar Pengajian Sabtu Pahing sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-69 JATMAN di Musholla Darul Huda Assanusiyah, Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut dihadiri ratusan jemaah. Mereka terdiri atas pengurus Idarah Syu’biyyah, Idarah Ghusniyyah, Idarah Sa’afiyyah, serta para mursyid, badal, khalifah, dan muridin-muridat dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas.
Mudir Idarah Syu’biyyah JATMAN Banyumas, Kiai Muslimin Samani, menegaskan bahwa tujuan utama jam’iyyah tarekat mu’tabarah adalah membentuk pribadi insan kamil melalui proses riyadhah dan mujahadah. Upaya tersebut diarahkan untuk mencapai tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan tazkiyatul qulub (penyucian hati) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Merujuk Peraturan Dasar (PD) JATMAN Pasal 9, Kiai Muslimin menjelaskan bahwa pembinaan spiritual melalui tarekat harus tercermin dalam akhlak dan kemanfaatan sosial. Menurutnya, anggota jam’iyyah diharapkan meneladani sifat Rasulullah SAW, yakni shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah, serta berkontribusi bagi umat, agama, bangsa, dan negara.
“JATMAN bertujuan membentuk insan berakhlakul karimah meneladani sifat Baginda Nabi Muhammad SAW—shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah—yang memberi manfaat bagi umat, agama, bangsa, dan negara. Selain itu, jam’iyyah ini berdiri demi merekatkan ukhuwah thariqiyah, nahdliyah, islamiyah, wathaniyah, hingga basyariyah demi menjunjung martabat kemanusiaan lahir dan batin,” ujar Kiai Muslimin.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyumas, Drs. KH. Imam Hidayat, menekankan pentingnya peran ahli zikir dalam menjaga ketahanan moral dan spiritual masyarakat. Menurutnya, tradisi tarekat memiliki kontribusi bagi penguatan kehidupan keagamaan sekaligus mempererat persatuan umat dan bangsa.
“NU dan bangsa Indonesia berdiri kokoh hingga hari ini salah satunya berkat para ahli dzikir di dalam tarekat. Tarekat tidak hanya dibutuhkan pada zaman tradisional. Di era modern saat ini, tarekat justru makin krusial sebagai penawar batin saat banyak orang mengalami stres, depresi, dan kehampaan hati,” tegas Kiai Imam.
Selain menyoroti peran spiritualitas, Kiai Imam mengapresiasi perkembangan organisasi JATMAN Banyumas. Dalam kurun waktu satu tahun, Idarah Syu’biyyah JATMAN Banyumas disebut berhasil membentuk 26 Idarah Ghusniyyah. Perkembangan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pembinaan tarekat dan kegiatan dakwah di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas jam’iyyah, PCNU Banyumas turut memberikan sumbangan sebesar Rp2 juta untuk mendukung kelancaran kegiatan dakwah JATMAN. Rangkaian Pengajian Sabtu Pahing dan peringatan Harlah ke-69 JATMAN tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat, keselamatan bangsa, serta keberkahan bagi para jemaah tarekat di Kabupaten Banyumas.











