BANYUMAS, nubanyumas.com – Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia terus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Ar Royyan. Produk air minum milik pesantren yang diasuh KH Zuhrul Anam Hisyam atau Gus Anam tersebut kini telah mengantongi sertifikat halal.
Sertifikat halal Ar Royyan diserahkan secara simbolis oleh Kepala KPw Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Aswin Gantina, kepada Gus Anam, Rabu (30/9/2026). Penyerahan berlangsung didampingi Manajer PUKIS BI Purwokerto, Lintang Anggraeni, serta Wakil Sekretaris Hebitren Banyumas Raya, Rujito.
Gus Anam menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan BI Purwokerto bersama Hebitren Banyumas Raya dalam proses sertifikasi halal tersebut. Selama ini, Ar Royyan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi lingkungan pesantren, santri, serta berbagai kegiatan internal.
“Alhamdulillah. Terima kasih atas bimbingan dan pendampingan dari BI Purwokerto dan Hebitren. Selama ini Ar Royyan fokus memenuhi kebutuhan air minum pesantren dan acara-acara internal atau santri,” ujar Gus Anam.
Ar Royyan saat ini telah memproduksi AMDK dalam kemasan botol dan cup. Produksinya masih diprioritaskan untuk kebutuhan internal pesantren, sekaligus menjadi tahap awal pengembangan unit usaha pesantren menuju produk yang lebih luas dan kompetitif.
Aswin Gantina menyambut baik terbitnya sertifikat halal Ar Royyan. Menurutnya, pengembangan unit usaha seperti AMDK menjadi bagian dari upaya mendorong pesantren agar tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis syariah.
“Salah satu fokus BI adalah mengupayakan kemandirian ekonomi pesantren, menjadikan pesantren sebagai pusat ekonomi baru dan pusat ekonomi syariah. Kami berharap Andalusia bisa menjadi prototype kemandirian ekonomi pesantren,” kata Aswin.
Proses sertifikasi halal Ar Royyan dilakukan secara mandiri dengan pendampingan Hebitren Banyumas Raya, lembaga yang menghimpun pelaku ekonomi dan bisnis pesantren sekaligus menjadi mitra BI. Wakil Sekretaris Hebitren Banyumas Raya, Rujito, mengatakan proses tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan produk pesantren agar memenuhi standar dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Kami berharap Ar Royyan bisa menjadi contoh produk pesantren yang kompetitif dan prosesnya dapat dilanjutkan dengan pengurusan SNI serta BPOM,” ujarnya.
Ia menambahkan, Ar Royyan juga menjadi salah satu produk yang mengikuti program BI Pusat AirBI (Air Berkah Indonesia), setelah manajemennya mengikuti capacity building AMDK nasional di Jakarta dan dalam waktu dekat mendapat dukungan peralatan untuk pengembangan bisnis.












