Fenomena Klitih dan Tips Memilih Pergaulan yang Tepat dalam Islam

https://id.pngtree.com/

Klitih, fenomena penyerangan yang dilakukan oleh para remaja dengan senjata tajam terhadap para pengendala jalan, merupakan kenakalan remaja yang kini banyak meresahkan masyarakat. Awalnya, klitih terjadi di Yogyakarta. Namun belakangan, fenomena serupa ini menjalar ke kota-kota lainnya.

Perluasan dan penyebaran fenomena klitih ini tidak lepas dari pergaulan yang dipilih oleh kalangan remaja. Teman yang baik akan membawa pada kebaikan sedangkan teman yang buruk akan membawa pada keburukan pula.

Dalam Islam, memiliki teman yang baik sangat penting untuk membantu seseorang dalam memperbaiki dirinya dan mendekatkan diri pada Allah. Oleh karena itu, memilih teman yang tepat adalah hal yang sangat penting bagi setiap Muslim. Seperti yang telah dikutip dalam Hadist Nabi sebagai berikut:

عَنْ أَبِي مُو سَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَشَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْ ءِ كَحَا مِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِير فَحَا مِلٌ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يٌحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَا عَ مِنْهُ وَإمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَبِّبَةً وَنَا فِخُ الْكِيرٍ إمَّا أَنْ يُحْرِ قَ شِيَا بَكَ وَإمَّا أَنْ تجِدَ رِيْحًا خَبِيْسَةً.

Artinya: Dari Abu Musa, Dari Nabi Muhammad, beliau bersabda: perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi, ada kalanya penjual minyak wangi itu akan menghadiahkan kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma wanginya. Sedangkan pandai besi ada kalanya (percikan apinya) akan membakar bajumu atau kamu akan mendapatkan aroma tidak sedap darinya. (HR. Al-Bukhari: 5108, Muslim: 2628), Ahmad: 19163)

Secara tersirat, hadist tersebut menjelaskan tentang arti pertemanan bagi seseorang. Jika berteman dengan orang baik, seorang Muslim bisa menjadi baik. Namun, jika berteman dengan orang yang buruk ia pun bisa ikut demikian.

Berikut adalah beberapa cara memilih teman refrensi diambil dari kitab Ta’lim Muta’alim karya Burhan al-Din Ibrahim al-Zarnuji al-Hanafi sebagai berikut:

Memilih Teman
Tentang memilih teman, hendaklah memilih yang tekun, waro, bertabiat jujur serta mudah memahami masalah. Menyingkiri orang pemalas, penganggur, banyak bicara, suka mengacau, gemar memfitnah.

Sebuah syair pernah didendangkan,

عَنِ الْمَرْءِ لاَ تَسْأَ لْ وَاَبْصِرْ قَرِيْنَهُ، فَاِنْ الْقَرِ يْنَ بِالْمُقَا رِنِ يَقْتَدِىْ

Artinya: ‘’Jangan bertanya siapakah dia? Cukup kau tahu oh itu temanya. Karena siapapun dia, mesti berwatak seperti temanya.’’

 فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍ فَجَنّبِهُ سُرْعَةً، وَانْ كَانَ ذَا خَيْرٍ فَقَا رِنْهُ تَهْتَدِىْ  

Artinya: ‘’Bila kawanya durhaka, singkirilah dia serta merta. Bila bagus budinya, rangkullah dia berbahagia.’’

Ada dikatakan kata hikmah dalam bahasa Persi:

يَا رَبَدْ آرَدْ تَرْآ سِوَى جَحِيْمِ، يَا رَنِيْكٌوْ كِيْرَتَا يَا بِيْ نَعِيْمِ

Artinya: ‘’Teman buruk, membawamu ke neraka jahim, teman bagus mengajak mu ke surga na’im,’’

Jadi, seseorang harus memilih teman yang memiliki kualitas moral yang baik dan menjauhi teman yang memiliki sifat-sifat buruk. Selain itu, seseorang harus memilih teman yang memiliki tujuan yang sama dalam hidup, sehingga bisa saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain.

Kitab Ta’lim Muta’alim memberikan paduan yang baik dalam memilih teman. Seseorang harus memilih teman yang bisa membawa kebaikan dan keberkahan dalam hidupnya, serta memperhatikan nilai-nilai moral dan lingkungan sosial dimana pun ia hidup.

Agar terhindar dari fenomena klitih sebaiknya kita bisa menjaga hubungan antar kelompok sosial, mengontrol emosi, mengembangkan akhlak yang baik, terlibat dalam komunitas yang sehat dan juga selalu menjaga hubungan dengan Allah SWT.

Adnan Riskita
Mahasiswa Prodi PAI UNU Purwokerto

Tulisan sebelumnyaKhotmil Qur’an wal Kutub, MT @rraudhoh Parakan Onje Menggelar Tasyakur
Tulisan berikutnyaUNSOED – Pegiat FTBM Gelar Workshop dan Penguatan Pelajar Pancasila  

TULIS KOMENTAR

Tuliskan komentar anda disini
Tuliskan nama anda disini