Beranda Warta

Dihadiri Guru Besar Al-Azhar, Direktur Ma’had Aly Kemenag RI, Ma’had Aly Andalusia Wisuda 38 Sarjana Sastra Arab

BANYUMAS, nubanyumas.com – Ma’had Aly Andalusia menggelar Wisuda ke-3 Program Takhassus Bahasa dan Sastra Arab dengan mengukuhkan 38 mahasantri sebagai Sarjana Sastra Arab (S.S.A.), Senin (19/10/2026). Prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Ma’had Aly Andalusia, Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Leler, Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi penanda keberhasilan para mahasantri menyelesaikan pendidikan selama empat tahun sekaligus awal tanggung jawab baru dalam mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.

Wisuda tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Guru Besar Al-Azhar, Mesir, Syekh Prof. Dr. Fathi Abdurrahman Hijazi, Syekh Mahmud Fathi Hijazi, dan Syekh Mahmud Ali Yasin. Turut hadir Direktur Ma’had Aly pada Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Adib, M.Ag., jajaran pengasuh pesantren, dewan asatidz, orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para ulama dan pejabat tersebut menambah makna penting bagi penguatan tradisi keilmuan dan pendidikan tinggi pesantren.

Mudir ‘Am Ma’had Aly Andalusia, KH. Zuhrul Anam Hisyam, menyampaikan kebanggaannya terhadap para mahasantri yang memilih melanjutkan pendidikan di pesantren hingga berhasil menyelesaikan studi. Ia berharap ilmu yang diperoleh para lulusan tidak berhenti sebagai capaian akademik, tetapi menjadi bekal yang bermanfaat dan membawa keberkahan.

“Saking senangnya saya kepada santri-santri Ma’had Aly dikarenakan mereka memilih tetap bersama-sama saya mengutamakan meneruskan belajar di pondok saya, padahal di luar banyak perguruan tinggi yang sudah maju,” kata KH. Zuhrul Anam, sebagaimana dirilis kompaswalimah.com.

Direktur Ma’had Aly pada Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Adib, M.Ag., mengapresiasi capaian para lulusan dan menegaskan bahwa pendidikan Ma’had Aly memiliki kedudukan yang setara dengan perguruan tinggi lainnya, bahkan mempunyai nilai lebih melalui kekhasan tradisi keilmuan pesantren.

“Lulusan Ma’had Aly ini sama persis dengan perguruan tinggi lainnya, bahkan memiliki nilai lebih. Saya juga meminta, lulusan Ma’had Aly Andalusia jangan berhenti belajar,” ungkap Dr. Adib. Pesan tersebut menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan dorongan untuk terus belajar dan mengembangkan keilmuan.

Sebanyak 38 wisudawan dan wisudawati telah melewati rangkaian proses pembelajaran, ujian, serta penyusunan karya ilmiah sebagai bagian dari penyelesaian studi. Program Takhassus Bahasa dan Sastra Arab membekali mahasantri dengan pendalaman bahasa Arab dan khazanah keilmuannya. Proses pendidikan tersebut juga berpijak pada tradisi pesantren yang menempatkan adab, pembentukan karakter, dan kesinambungan sanad keilmuan sebagai unsur penting dalam pembelajaran.

Kekhasan pendidikan Ma’had Aly terletak pada perpaduan antara pengembangan akademik dan tradisi keilmuan Islam yang diwariskan para ulama. Fondasi epistemologi pesantren serta kesinambungan sanad menjadi nilai penting yang melengkapi kompetensi akademik para lulusan. Dengan bekal tersebut, para sarjana diharapkan mampu mengembangkan kajian bahasa dan sastra Arab, melanjutkan pendidikan, serta berkontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dakwah, dan pelayanan sosial keagamaan.

Rangkaian acara berlangsung khidmat, diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan-sambutan, pemanggilan wisudawan satu per satu untuk menerima ijazah, serta doa bersama. Kegiatan tersebut juga disiarkan melalui kanal YouTube resmi Ma’had Aly Andalusia sehingga dapat diikuti keluarga dan masyarakat yang tidak hadir secara langsung. Siaran ini menjadi sarana untuk memperluas jangkauan informasi mengenai capaian akademik para mahasantri kepada masyarakat.

“Tadi saya bisik-bisik dengan Syaikh Mahmud, katanya kurikulum Mahad Aly Andalusia sama dengan Al Azhar. Ini luarbiasa. Maka, bisa saja, lulusan mahad aly Andalusia melanjutkan S2 di Al Azhar Mesir,” katanya.

Melalui Wisuda ke-3 ini, Ma’had Aly Andalusia meneguhkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis pesantren yang berakar pada tradisi keilmuan Islam dan terus memperhatikan mutu akademik. Pengukuhan 38 Sarjana Sastra Arab diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu, tetapi juga berakhlak, terus belajar, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi umat serta masyarakat.

Kontributor: Tim Media