Beranda Sosok

MALSAFAH 2026 Sukses Digelar, Panggung Kreativitas dan Budaya Santri Al Azhary

BANYUMAS, nubanyumas.com – Ikatan Putra Putri Al Azhary (IPPAZ) sukses menggelar malam puncak MALSAFAH 2026 (Mahrajan Al Lughoh wa Tsaqofah) atau Festival Bahasa dan Budaya yang dirangkai dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan bertajuk Panggung Santri dan Doa Bersama tersebut berlangsung di halaman Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an (PPMTQ) Al Azhary, Desa Lemah, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Sabtu (24/10/2026) malam.

MALSAFAH 2026 menjadi momentum penting bagi keluarga besar Al Azhary untuk merayakan kreativitas, memperkuat kebersamaan, sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi generasi muda. Tidak sekadar menjadi panggung hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang penganugerahan bagi para pemenang perlombaan yang telah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya. Rangkaian lomba tersebut meliputi futsal, khitobah atau pidato berbahasa Arab, serta pop solo Islami yang diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Banyumas.

Acara yang dimulai pukul 19.45 WIB itu berlangsung meriah dengan dukungan tata panggung yang megah, dekorasi bernuansa hitam, putih, biru, dan kuning, serta pencahayaan yang menambah semarak suasana. Hadirnya para ulama, wali santri, alumni, guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta masyarakat sekitar turut memperkuat nuansa kekeluargaan dalam perhelatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional tersebut.

Ketua Panitia MALSAFAH 2026, Ferdinan Rakhmat Abqory, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini memiliki arti tersendiri bagi PPMTQ Al Azhary karena merupakan pelaksanaan perdana. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi tradisi positif yang terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.

“MALSAFAH ini merupakan kegiatan perdana di PPMTQ Al Azhary. Karena itu, kegiatan ini menjadi sebuah sejarah yang harus diteruskan nantinya,” ungkap Ferdinan.

Senada dengan hal tersebut, Pembina IPPAZ, M. Faris AdiPutra, S.Pd., menegaskan bahwa MALSAFAH dirancang bukan semata-mata sebagai ajang kompetisi, melainkan juga sebagai sarana pembentukan karakter dan pengembangan potensi pelajar. Menurutnya, perlombaan di bidang bahasa, budaya, dan olahraga dapat melatih kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta membangun kekompakan. Ia berharap para peserta mampu tumbuh menjadi generasi inspiratif yang menghargai keberagaman budaya Indonesia.

Sementara itu, Pimpinan PPMTQ Al Azhary, Ust. Waffa Ruhul Bakah, M.Pd., berpesan agar MALSAFAH tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Ia mendorong agar momentum tersebut menjadi pintu bagi lahirnya berbagai kebaikan yang berkelanjutan, terutama dalam mempererat silaturahmi antara lembaga pendidikan, alumni, wali santri, dan masyarakat. Pesan tersebut menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya kolaborasi dan kepedulian sosial.

Sekretaris Yayasan Aji Yumika, Khoirul Fahmi, turut menyoroti keterlibatan aktif para santri dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Panggung Santri merupakan hasil proses perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan yang melibatkan kreativitas santri secara langsung.

“Kegiatan ini direncanakan, dirancang, dan dikerjakan oleh santri sebagai bentuk kreativitas,” ujar Khoirul Fahmi. Keterlibatan tersebut menjadi wujud pembelajaran nyata yang melatih tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan berorganisasi di lingkungan pesantren.

Kesuksesan MALSAFAH 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari para tokoh agama, wali santri, alumni, GTK, masyarakat sekitar, hingga sponsor, donatur, dan media partner. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan kebudayaan membutuhkan partisipasi bersama. Dukungan lintas unsur ini sekaligus memperkuat hubungan antara pesantren dan masyarakat sebagai mitra dalam membangun lingkungan pendidikan yang produktif dan inklusif.

Lebih dari sekadar perayaan, MALSAFAH 2026 menjadi ruang bagi para santri dan pelajar untuk menampilkan bakat, mengasah kemampuan, serta belajar menghargai perbedaan melalui bahasa, budaya, dan olahraga. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai kepesantrenan yang menempatkan pendidikan karakter, kebersamaan, kedisiplinan, dan pengabdian sebagai bagian penting dari proses pembentukan generasi muda. Melalui Panggung Santri, IPPAZ turut menunjukkan bahwa santri mampu mengambil peran aktif dalam menghidupkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui penyelenggaraan MALSAFAH 2026, keluarga besar Al Azhary berharap semangat juang, kreativitas, dan ukhuwah para santri terus tumbuh serta menginspirasi masyarakat luas. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan program pendidikan dan kebudayaan yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi PPMTQ Al Azhary sebagai lembaga pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan semangat Hari Santri Nasional, MALSAFAH menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya belajar dan mengaji, tetapi juga berkarya, berprestasi, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.