RAWALO, nubanyumas.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar MWC Nahdlatul Ulama (NU) Rawalo, Banyumas, tidak hanya diisi upacara seremonial. Berpusat di Lapangan Jatiwaringin, Desa Sanggreman, rangkaian kegiatan meliputi turnamen mini soccer antarpesantren, lomba santri TPQ, mujahadah dan shalawat, pelayanan kesehatan gratis, hingga pawai yang diikuti sedikitnya 150 kendaraan. Kegiatan ini melibatkan badan otonom NU, pesantren, lembaga pendidikan, pemerintah kecamatan, dan masyarakat.
Rangkaian HSN diawali turnamen mini soccer yang diikuti santri Ponpes Al Falah Sidamulih, Miftahul Huda Pesawahan, Al Falah Banjarparakan, dan El Madani Banjarparakan. Kegiatan berlanjut dengan senam bersama Muslimat dan Fatayat PAC Rawalo yang didukung BUMDESMA Rawakencana. Sementara itu, lebih dari 40 TPQ mengikuti lomba Mars Hari Santri dan pidato dai cilik yang dikoordinasikan Ketua FKDT Kecamatan Rawalo, Masruin.
Menjelang 22 Oktober, Lapangan Jatiwaringin menjadi lokasi malam mujahadah, zikir, dan shalawat. Sebanyak 17 grup hadroh dari Desa Sanggreman tampil bergantian dalam kegiatan yang dipimpin Rais Syuriyah MWC NU Rawalo, KH Mustakim. Agenda malam itu juga dilanjutkan dengan pelantikan dan penetapan pengurus Ansor Ranting Tipar serta ranting lainnya.
Puncak peringatan berlangsung Kamis (22/10/2026) melalui upacara HSN yang diikuti Forkopimcam Rawalo, kepala desa se-Kecamatan Rawalo, badan otonom NU, serta lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif NU dan satuan pendidikan PAUD, TK, SD, serta MI. Usai upacara, panitia menggelar pemeriksaan mata gratis bekerja sama dengan RSK Purwokerto. Sebanyak 102 orang menjalani pemeriksaan, dengan 12 orang di antaranya dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.
Pelayanan masyarakat juga diisi servis sepeda motor gratis dari Honda Nusantara Jaya Rawalo. Kemeriahan berlanjut melalui Parade Hadroh Fatayat se-PAC Rawalo, sebelum ditutup dengan Pawai Semarak Hari Santri mulai pukul 13.00 WIB. Sedikitnya 150 kendaraan roda dua dan roda empat mengikuti pawai dengan pengawalan Banser Satkoryon Rawalo.
Ketua Panitia HSN 2026 sekaligus Ketua PAC GP Ansor Rawalo, Slamet Widodo, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. “Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata konsolidasi dan kebersamaan seluruh elemen NU serta masyarakat di Kecamatan Rawalo,” ujarnya. Ia berharap sinergi tersebut terus terjaga untuk kemajuan agama, bangsa, dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Ketua PAC Fatayat NU Rawalo, Naili Rakhmawati, menyoroti peran kader perempuan dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari senam bersama hingga parade hadroh dan pelayanan kemasyarakatan. “HSN 2026 ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi kader untuk mengekspresikan potensi diri sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di Kecamatan Rawalo,” katanya.
Ketua Panitia Lokal Desa Sanggreman, Tukiman, mengapresiasi dukungan warga yang turut menyukseskan kegiatan. Ia menyebut penampilan 17 grup hadroh lokal menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam malam mujahadah. “Kami atas nama pemerintah desa dan masyarakat Sanggreman merasa sangat bangga dan bersyukur Lapangan Jatiwaringin dipercaya menjadi pusat kegiatan HSN 2026 MWC NU Rawalo,” ujarnya.
Rangkaian HSN 2026 MWC NU Rawalo memperlihatkan peringatan Hari Santri dapat menjangkau berbagai bidang, mulai dari pendidikan, olahraga, dakwah, dan penguatan organisasi hingga pelayanan kesehatan. Perpaduan kegiatan keagamaan dan sosial tersebut menjadi ruang kolaborasi antara NU, pesantren, pemerintah, dan masyarakat di Kecamatan Rawalo.












