Beranda Keislaman

Khutbah Jumat: Menjaga Sholat Fardu Ditengah Kesibukan Dunia

MENJAGA SHOLAT FARDU DI TENGAH KESIBUKAN DUNIA

Khutbah Jumat: Menjaga Sholat Fardu Ditengah Kesibukan Dunia

Khutbah I

الحَمْدُ لِلَّهِ. الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Lewat mimbar yang mulia ini, marilah kita bersama-sama terus belajar meningkatkan takwa. Takwa yang bukan cuma di lisan, tapi berusaha kita jalankan dengan menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik saat waktu kita senggang maupun pas lagi padat-padatnya urusan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Tiap pagi, kita keluar rumah untuk menjemput rezeki. Ada yang berangkat ke sawah, ke pasar, ke kantor, ke pabrik, atau narik kendaraan di jalanan. Semua itu niatnya baik dan mulia, yaitu memberi nafkah untuk anak dan istri di rumah.

Mencari nafkah itu ibadah. Bekerja keras itu memang kewajiban kita. Tapi jujur saja, di tengah capek dan sibuknya kita bekerja, sering kali waktu sholat datang di saat yang kurang pas. Zuhur pas lagi banyak-banyaknya kerjaan. Asar pas kita lagi capek-capeknya, atau malah pas kejebak macet di jalan.

Di situlah ujian kita yang sebenarnya. Sering kali muncul bisikan halus di dalam hati: “Ah, tanggung, selesaikan dulu sebentar,” atau “Nanti saja sekalian di akhir waktu.” Niatnya cuma menunda sebentar, tapi tahu-tahu waktunya habis. Atau kalaupun sempat sholat, kita kerjakan terburu-buru asal gugur kewajiban.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Coba sejenak kita renungkan bersama. Sebenarnya untuk siapa kita banting tulang seharian? Dan siapa yang memegang rezeki yang lagi kita cari-cari itu?

Allah Swt. sama sekali tidak melarang kita mencari nafkah. Islam tidak pernah menyuruh kita diam saja di masjid seharian lalu meninggalkan pekerjaan. Tapi Islam mengajarkan kita untuk tahu batasan. Jangan sampai urusan mencari rezeki malah membuat kita lupa sama Yang Maha Memberi Rezeki.

Allah Swt. justru sangat memuji orang-orang yang tetap ingat waktu sholat di tengah sibuknya urusan dagang dan kerjaan mereka. Dalam Surah An-Nur ayat 37, Allah berfirman:

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

“(Merekalah) orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut pada suatu hari di mana hati dan penglihatan menjadi guncang.” (QS. An-Nur: 37)

Ayat ini mengingatkan kita, suksesnya seorang pekerja atau pedagang itu bukan cuma dilihat dari seberapa tebal dompetnya, tapi dari sejauh mana kerjaannya itu tidak menjauhkan dirinya dari Allah Swt.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Sholat fardu itu sebenarnya bukan beban. Sholat itu justru tempat istirahat kita. Setelah seharian pikiran kita pusing sama urusan dunia dan badan kita capek, sholat hadir buat menenangkan jiwa. Saat sujud, kita bisa tumpahkan semua beban hidup kita di hadapan Allah.

Rasulullah Saw. pernah bersabda mengenai betapa pentingnya posisi sholat ini:

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

“Pokok dari segala urusan adalah Islam, dan tiangnya adalah sholat.” (HR. Tirmidzi)

Sama seperti rumah, kalau tiangnya roboh, bangunan di atasnya pasti ikut hancur. Begitu juga hidup kita. Sebanyak apa pun harta yang kita kumpulkan, tak akan ada artinya kalau tiang agama kita abaikan. Apalagi kelak di hari kiamat, amalan yang pertama kali diperiksa oleh Allah adalah sholat kita. Kalau sholatnya baik, insyaAllah amalan lainnya ikut baik. Tapi kalau sholatnya rusak, rugilah kita.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Mumpung kita masih diberi kesempatan hidup, mari kita tanya ke diri kita sendiri.

Selama ini, sholat itu sudah jadi prioritas utama kita, atau cuma jadi sisa-sisa waktu dari kesibukan kita?

Apakah kita mau menyela sebentar urusan kerjaan atau dagangan pas dengar suara azan, sebagaimana bergegasnya kita saat dipanggil bos atau pembeli?

Jangan sampai kita habiskan waktu mengejar rezeki, tapi lupa pada Sang Pencipta rezeki itu sendiri. Rezeki yang berkah itu bukan soal seberapa banyak nominalnya, tapi seberapa tenang dan cukupnya hidup yang kita rasakan. Dan jalan menuju keberkahan itu dimulai dari sholat yang kita jaga.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ada beberapa hal sederhana yang bisa mulai kita coba biasakan bersama:

Pertama, mari jadikan jadwal sholat sebagai patokan utama saat mengatur kegiatan harian. Jangan buat janji atau jadwal kerjaan yang sengaja menabrak waktu sholat.

Kedua, begitu azan berkumandang, usahakan langsung berhenti sebentar. Ambil air wudu, laksanakan sholat. Percayalah, meninggalkan kerjaan sebentar demi sholat tidak akan membuat kita rugi atau bangkrut. Malah Allah yang akan melancarkan urusan kita.

Ketiga, mari kita saling mengingatkan dengan cara yang baik, mulai dari keluarga di rumah sampai teman-teman di tempat kerja.

Semoga Allah Swt. membimbing kita semua dan memberikan kekuatan agar kita bisa terus menjaga sholat lima waktu di tengah ramainya urusan dunia.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

الحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الخَلَائِقِ وَالبَشَرِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ، إِتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنْ مُقِيمِي الصَّلَاةِ، رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis: H Ahyar
(Redaktur nubanyumas.com)

Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA:  Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.