Beranda Warta

UIN Saizu Gandeng BUMDes Guyub Rukun Perkuat Strategi Komunikasi Pemasaran Digital

PURWOKERTO, nubanyumas.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggandeng BUMDes Guyub Rukun Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, dalam Workshop Komunikasi Pemasaran Digital, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Saizu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan media digital untuk memperluas pemasaran produk dan potensi usaha desa.

Ketua Pelaksana Workshop, Dedy Riyadin Saputro, menjelaskan kegiatan tersebut diselenggarakan dengan melihat potensi ekonomi yang dimiliki Desa Dawuhan Kulon, khususnya melalui berbagai unit usaha yang dikelola BUMDes Guyub Rukun. Beberapa di antaranya adalah Pujasera Balidul, budidaya jamur tiram, budidaya padi, dan usaha material.

“Potensi yang sangat besar itu akan menjadi semakin besar apabila kita melihat kondisi saat ini, di mana era perkembangan digital semakin besar,” ungkap Dedy.

Kepala Desa Dawuhan Kulon, Mahbub Kamal, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop yang digelar bersama Tim PkM UIN Saizu. Ia menilai materi mengenai komunikasi pemasaran digital relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di Desa Dawuhan Kulon, terutama di tengah perubahan pola pemasaran akibat perkembangan teknologi.

“Zaman digital ini kalau kita tidak mengikuti perkembangannya, alurnya, maka kita akan ketinggalan,” ujarnya. Apresiasi serupa disampaikan Direktur BUMDes Guyub Rukun, Ahmad Sidiq. Ia berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari workshop untuk mengembangkan usaha dan potensi ekonomi desa.

“Harapan kita dari BUMDes, dari kegiatan pagi hari ini, panjenengan semuanya bisa melaksanakan apa yang nanti didapatkan. Mungkin ilmu ini tidak bermanfaat langsung, tapi yang pasti akan bermanfaat di kemudian hari,” tutur Ahmad Sidiq.

Workshop yang berlangsung di Pendopo Desa Dawuhan Kulon tersebut menghadirkan Founder Info Purwokerto, M. Irfan Bahtiar, dan CEO Azamka Hijab, Riris Eka Setiani, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti pengurus BUMDes, pelaku UMKM, serta pengurus Karang Taruna Desa Dawuhan Kulon.

Irfan Bahtiar memberikan materi mengenai pemetaan dan pemanfaatan media digital sebagai sarana penyebaran informasi sekaligus pemasaran. Sementara itu, Riris Eka Setiani membagikan pengalaman sebagai akademisi sekaligus pelaku usaha melalui brand Azamka Hijab dalam menghadapi perkembangan pemasaran digital.

Dalam pemaparannya, Irfan menekankan pentingnya menentukan target pasar sebelum menyusun strategi pemasaran digital. Menurutnya, salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah menganggap seluruh pengguna media sosial sebagai target pemasaran.

“Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi dan peluang ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai karakteristik setiap platform, penentuan target pasar yang tepat, serta kemampuan dalam merencanakan dan membuat konten agar promosi produk dapat dilakukan secara efektif dan mandiri,” ungkap pria yang akrab disapa Ibe tersebut.

Peserta kemudian diajak menentukan target pasar dengan mempertimbangkan sejumlah pertanyaan, seperti siapa yang paling membutuhkan produk, masalah atau kebutuhan apa yang ingin diselesaikan, serta nilai apa yang dapat ditawarkan kepada pelanggan. Dengan target yang lebih spesifik, BUMDes dan pelaku UMKM dapat menyusun pesan pemasaran yang lebih sesuai dengan calon konsumen.

Sementara itu, Riris Eka Setiani menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menjalankan pemasaran. Pelaku usaha, menurutnya, tidak cukup hanya memikirkan produk yang akan dijual, tetapi juga perlu memahami kebutuhan dan persoalan yang dihadapi konsumen.

“Jangan hanya menjual produk, tetapi tawarkan solusi. Potensi dan keunikan yang ada di desa harus dikemas menjadi sesuatu yang bernilai dan dikenalkan melalui media digital agar pasar menjadi lebih luas,” ujarnya.

Melalui workshop tersebut, UIN Saizu mendorong pengurus BUMDes, pelaku UMKM, dan pemuda Desa Dawuhan Kulon untuk mengembangkan kemampuan komunikasi pemasaran digital sesuai dengan potensi usaha yang dimiliki.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam memperkenalkan produk desa, menjangkau konsumen yang lebih luas, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan media digital.