PURWOKERTO, nubanyumas.com – Sebanyak 200 perempuan penghafal Al-Qur’an yang tergabung dalam Jam’iyyah Mudarasatil Qur’an Lil Hafizhat (JMQH) Banyumas mengawali rangkaian Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas (Selaras) 2026 x Festival Literasi dengan sema’an Al-Qur’an. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman parkir Kolam Retensi Purwokerto, Jumat (4/9/2026).
Kehadiran JMQH Banyumas menjadi salah satu bagian penting dalam pembukaan event yang diselenggarakan Bank Indonesia KPw Purwokerto pada 4–6 September 2026. Para hafizah mengikuti sema’an secara bersama sebagai ikhtiar menghadirkan nuansa spiritual di tengah festival yang mengangkat tema ekonomi syariah, literasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sekretaris JMQH Banyumas, Fatmah, mengatakan keterlibatan para hafizah dalam Selaras 2026 menjadi bentuk partisipasi JMQH dalam mendukung kegiatan positif yang mempertemukan nilai keagamaan, ekonomi syariah, dan literasi. “Kami bersyukur JMQH Banyumas dapat menjadi bagian dari Selaras 2026. Sema’an Al-Qur’an ini bukan hanya kegiatan pembuka, tetapi juga ikhtiar menghadirkan keberkahan sekaligus menunjukkan bahwa perempuan penghafal Al-Qur’an memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Fatmah.
Menurut Fatmah, sema’an juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan para hafizah Banyumas. Ratusan perempuan penghafal Al-Qur’an tersebut datang dengan semangat yang sama, yakni menjaga tradisi membaca dan menyimak Al-Qur’an sekaligus mengambil bagian dalam kegiatan publik yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat.
Bagi JMQH Banyumas, kehadiran di Selaras 2026 memiliki makna lebih dari sekadar mengisi agenda pembukaan. Festival yang memadukan ekonomi syariah dan literasi dinilai memiliki irisan kuat dengan nilai-nilai yang selama ini dikembangkan JMQH, terutama dalam membangun masyarakat yang memiliki fondasi spiritual, pengetahuan, dan kepedulian sosial.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Selaras 2026 x Festival Literasi menghadirkan berbagai aktivitas yang mempertemukan pelaku ekonomi syariah, komunitas, pegiat literasi, dan masyarakat umum. JMQH Banyumas menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan membawa identitas komunitas perempuan penghafal Al-Qur’an sekaligus memperluas ruang silaturahmi dan kolaborasi.
Fatmah berharap keterlibatan JMQH dalam kegiatan seperti Selaras dapat terus berkembang. Menurutnya, perempuan penghafal Al-Qur’an tidak hanya memiliki peran di ruang-ruang keagamaan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam berbagai gerakan sosial, pendidikan, literasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami terimakasih kepada Ny Hj Laily Badriyah (ketua) dan seluruh hafidzah se Banyumas. Insyaalah ini syiar dakwah, quran lebh membumi lagi. Terimakasih juga kerjasamanya dan kesempatannya dr BI, melibatkan JMQH. Semoga bisa dkembangkan kerjasamanya,” katanya.
Sema’an 200 hafizah pun menjadi pembuka yang khas bagi Selaras 2026. Dari halaman Kolam Retensi Purwokerto, lantunan ayat Al-Qur’an mengawali festival yang berlangsung hingga 6 September tersebut—menegaskan bahwa literasi, ekonomi syariah, dan kehidupan keagamaan dapat bertemu dalam satu ruang, dengan perempuan penghafal Al-Qur’an menjadi bagian dari gerak bersama itu.












