Beranda Warta

374 Anak Yatim di Sumpiuh Terima Santunan dari NU, Kiai Qomar: Warga NU Harus Jadi ‘Robihun’, Apa Itu?

374 Anak Yatim di Sumpiuh Terima Santunan dari MWC NU Sumpiuh, Kiai Qomar: Warga NU Harus Jadi 'Robihun', Apa Itu?

SUMPIUH, nubanyumas.com – Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) memadati Gedung Olahraga (GOR) SMK Ma’arif Sumpiuh pada Ahad pagi, 12 Juli 2026. Kehadiran jamaah lintas generasi ini untuk mengikuti Pengajian Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H sekaligus penyaluran santunan anak yatim.

Tercatat sebanyak 374 anak yatim piatu dari 14 desa dan kelurahan se-Kecamatan Sumpiuh menerima santunan dalam acara tersebut. Bantuan ini bersumber dari donasi gotong royong warga NU dan para dermawan.

Ketua MWCNU Sumpiuh, K Moh Sholeh, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para donatur yang telah menyisihkan rezekinya.

“Terima kasih atas partisipasi dan donasi seluruh warga. Kami pengurus dan segenap panitia juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan ini,” ujar K Moh Sholeh saat menyampaikan sambutan.

Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimcam Sumpiuh, termasuk Camat Sumpiuh Pujar Suseno, Kapolsek, serta para kepala desa dan lurah setempat. Dalam sambutannya, Pujar Suseno mengapresiasi tinggi konsistensi MWCNU Sumpiuh dan mengajak warga menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum refleksi diri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil massal dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana GOR sempat bergemuruh saat grup koor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Sumpiuh memimpin lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, dan Mars Banser.

Suasana ruang pertemuan seketika hening saat Rois Syuriyah MWCNU Purwojati, KH Qomarudin Sayyid, naik ke atas panggung untuk memberikan ceramah. Beliau menekankan pentingnya warga Nahdliyin menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas NU dan terus melakukan introspeksi diri.

Salah satu poin penting yang ditegaskan oleh KH Qomarudin adalah ajakan agar warga NU menjadi golongan orang yang “robihun”. Apa sebenarnya arti istilah tersebut?

KH Qomarudin menjelaskan bahwa robihun bermakna orang-orang yang beruntung. Dalam konteks pergantian tahun hijriah, seseorang dikatakan beruntung jika kualitas spiritual, kebaikan, dan kemanfaatannya hari ini lebih meningkat dibandingkan masa lalu.

“Kita harus muhasabah diri agar kualitas kebaikan kita tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. Dengan begitu, kita bisa menjadi orang yang robihun,” tegas KH Qomarudin di hadapan ribuan jamaah yang menyimak dengan takzim.

(Djito el Fateh)