
FRAGMEN. Di tengah kesibukan mengaji dan mendalami kitab-kitab keislaman, seorang santri muda di Banyumas berhasil menorehkan capaian yang tidak biasa. Mujiburrohman, mahasantri semester 2 Ma’had Aly Andalusia, meluncurkan buku berjudul Meniti Jembatan Tafsir: Antologi Artikel Tafsir Lewat Jalur Santri Pemula, sebuah karya setebal 234 halaman yang telah terbit resmi dengan ISBN melalui Penerbit Rizquna Purwokerto.
Buku ini lahir dari kegelisahan sederhana: bagaimana membuat kajian tafsir Al-Qur’an terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh para santri serta generasi muda yang baru mulai menapaki dunia keilmuan Islam. Dari kegelisahan itulah, puluhan tulisan yang semula tersebar kemudian dihimpun menjadi sebuah buku utuh.
Di dalamnya, pembaca diajak menjelajahi beragam tema Al-Qur’an melalui pendekatan yang ringan namun tetap berpijak pada referensi ilmiah. Mulai dari metodologi tafsir, Surah Al-Fatihah, kisah Nabi Adam AS, sejarah para nabi dan Bani Israil, hingga refleksi tentang ibadah, kematian, dan pesan-pesan dalam Surah Al-Kahfi.
Meski ditulis oleh seorang santri pemula, buku tersebut disusun dengan merujuk pada berbagai kitab tafsir mu’tabar, seperti Tafsir Jalalain, Hasyiyah Ash-Shawi, dan At-Tahrir wa At-Tanwir. Hal itu menjadikan buku ini tidak sekadar populer, tetapi juga memiliki landasan akademik yang kuat.
“Buku ini bukan karya seorang ahli tafsir, melainkan catatan perjalanan seorang santri pemula yang sedang belajar mencintai Al-Qur’an melalui dunia tafsir. Saya berharap tulisan-tulisan sederhana ini dapat menjadi jembatan bagi siapa saja yang ingin mulai mengenal keluasan khazanah tafsir Islam,” ujar Mujiburrohman.
Kehadiran buku tersebut sekaligus menjadi penanda tumbuhnya tradisi literasi di lingkungan Ma’had Aly Andalusia. Sebelumnya, UKM Jurnalistik dan Literasi telah menerbitkan buku Basic Audio Pesantren karya Idris Ziee yang mengangkat dunia audio dan tata suara pesantren.
Dua buku dengan tema yang berbeda itu menunjukkan bahwa ruang kreativitas santri tidak hanya berkembang di bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga merambah dunia kepenulisan yang semakin produktif.
Semangat itu tampaknya belum akan berhenti. UKM Jurnalistik dan Literasi Ma’had Aly Andalusia mengisyaratkan tengah menyiapkan buku ber-ISBN berikutnya. Kabar tersebut menjadi sinyal bahwa gerakan literasi yang dibangun para mahasantri terus bertumbuh dan mulai melahirkan generasi penulis dari lingkungan pesantren.
Di tengah derasnya arus informasi digital, lahirnya karya-karya semacam ini menjadi pengingat bahwa tradisi membaca, menulis, dan mengkaji ilmu pengetahuan masih hidup di kalangan santri. Dari ruang-ruang sederhana pesantren, benih-benih literasi itu terus tumbuh dan menemukan jalannya untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Penulis : Hisyam
Editor : Djito El Fateh














