Khutbah Idul Adha 1447 H: Menjadi Ibrahim di Masa Kini
Oleh: Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos
Penyuluh Agama Islam KUA Ajibarang
Khutbah Pertama
اللهُ أَكْبَرُ (3x) اللهُ أَكْبَرُ (3x) اللهُ أَكْبَرُ (3x)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَعْيَادَ مَوْسِمَ الْخَيْرَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ رَبُّ الْأَرَضِيْنَ وَالسَّمَاوَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بِأَوْضَحِ الْبَيِّنَاتِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِ الْكَائِنَاتِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى آخِرِ الدُّهُوْرِ وَالسَّنَوَاتِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالى فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. إِنّا أَعْطَيْنَاكَ الكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَالأَبْتَرُ.
وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ الْعِيْدِ الْأَكْبَرِ، قَدْ رَفَعَ اللهُ قَدْرَهُ وَأَظْهَرَهُ وَسَمَّاهُ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ.
Ma’asyiral muslimin, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab hanya dengan takwa, hidup menjadi bermakna, dan ibadah menjadi bernilai di sisi Allah SWT.
Dua bulan lalu kita merayakan Idul Fitri dengan mengenakan libasut taqwa (pakaian ketakwaan), sebagai tanda bahwa kita telah berusaha keluar dari perang melawan hawa nafsu, menaklukkan keserakahan, dan menanggalkan sisi kebinatangan dalam diri.
Kini Idul Adha kembali hadir membawa pesan yang luhur. Melalui qurban, kita diajak memahami bahwa ketakwaan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan. Qurban bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan bentuk pengorbanan yang menumbuhkan keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian kepada sesama.
Oleh karenanya, wajar bila kita menempatkan Nabi Ibrahim dan putranya Ismail alaihimas-salam sebagai teladan manusia beriman yang hadir sepenuhnya kepada Allah. Kisah mereka memperlihatkan keimanan yang bulat: ketaatan tanpa syarat, penyerahan total, dan keyakinan yang meneguhkan hakikat pengabdian sejati.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Sepanjang hidupnya, Ibrahim berjuang melawan perbudakan, menghadapi tekanan penguasa Namrud, dan menentang kefanatikan penyembah berhala. Semua itu diuji dengan cobaan yang menghancurkan hati seorang ayah: perintah mengorbankan putra tercinta. Allah SWT berfirman:
“…Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.’ Ismail menjawab: ‘Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102)
Betapa agung keteladanan ini. Di sini kita melihat bahwa iman yang sejati memang selalu mengandung pengorbanan. Kisah ini juga mengajarkan kita bahwa syaitan tidak pernah diam. Saat hati diliputi dilema, syaitan membisikkan keraguan dan mendorong manusia mencari alasan untuk enggan menaati Allah. Namun, Ibrahim dan Ismail tidak mencari dalih. Dari sini kita belajar bahwa iman bukan hanya percaya, tetapi siap menjalankan perintah Allah meski berat bagi jiwa.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Setelah ujian mencapai puncaknya, Allah mengganti Ismail dengan sembelihan yang besar. Allah berfirman: “Dan Kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shaffat: 107)
Inilah tanda bahwa Allah tidak menghendaki darah manusia, melainkan ketulusan hamba-Nya. Qurban adalah simbol bahwa yang dicari Allah adalah bersihnya niat dan lurusnya ketaatan. Qurban menata nurani, melunakkan empati, dan menumbuhkan kepedulian.
Mari kita terjemahkan semangat Ibrahim dan Ismail ke hidup sehari-hari. Jadilah “Ibrahim-Ibrahim masa kini”: berani melangkah ke medan pengorbanan, melepaskan “Ismail” kita—harta, jabatan, atau kenyamanan—demi ketaatan kepada Allah dan kepentingan sesama.
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ، وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah Kedua
اللهُ أَكْبَرُ (7x)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ.
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الْأَعْيَادَ بِالْأَفْرَاحِ وَالسُّرُوْرِ وَضَاعَفَ لِلْمُتَّقِيْنَ جَزِيْلَ الْأُجُوْرِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ. وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA: Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.












