BANYUMAS, nubanyumas.com – PCNU Banyumas menggelar kegiatan Silaturahmi Warga NU Banyumas bersama Menteri Agama RI 2014–2019, Lukman Hakim Saifuddin, di Aula Al A’la PCNU Banyumas, Ahad (17/5/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Persaudaraan Sejati untuk Indonesia Harmoni”.
Kegiatan itu dihadiri warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas. Acara dimoderatori oleh Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., sementara sambutan disampaikan oleh Katib Syuriyah PCNU Banyumas, Prof. Dr. Ridwan, M.Ag.
Dalam pemaparannya, Dr. (HC) KH Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa perubahan besar telah terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama. Menurutnya, organisasi harus memiliki perencanaan yang matang untuk menghadapi perkembangan zaman.
“Perencanaan itu penting dalam perjalanan 100 tahun NU ke depan,” ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat saat ini mengalami perubahan yang ditandai dengan meningkatnya urbanisasi, tumbuhnya generasi muda terdidik, serta perkembangan digitalisasi dan globalisasi. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan yang harus dihadapi NU.
Selain itu, ia menekankan pentingnya semangat husnudzon dalam ber-NU. Ia juga mengingatkan bahwa kepengurusan organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
“Pengurus harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Jabatan itu amanah dan tanggung jawab,” katanya.
KH Lukman juga menyinggung sejarah gerakan pemikiran dan ekonomi NU, seperti Taswirul Afkar dan Nahdlatut Tujjar. Ia menyebut NU dipimpin oleh ulama yang memiliki integrasi keilmuan serta memiliki komitmen terhadap nilai kebangsaan.
“Hubbul wathon diyakini mayoritas warga NU,” ujarnya.
Dalam sesi moderator, Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag. menyampaikan sejumlah poin mengenai penguatan harmoni di lingkungan NU. Ia menyebut organisasi perlu dikelola secara tertib, transparan, serta memiliki komunikasi yang jelas di ruang digital.
Menurutnya, NU juga perlu memiliki kemampuan mobilisasi berbasis data, panduan komunikasi organisasi, juru bicara, dan kanal informasi resmi.
Sesi tanya jawab diisi sejumlah pertanyaan dari peserta, di antaranya mengenai kepengurusan organisasi, karakter kepemimpinan, konsep persaudaraan, hingga aset dan posisi NU di tengah dinamika politik.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Dr. (HC) KH Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa penetapan pengurus merupakan kewenangan organisasi. Ia juga menyebut NU memiliki karakter berbeda dengan organisasi lain.
“NU menempel dan mengoreksi negara,” katanya.
Ia turut mengingatkan para pengurus untuk mensyukuri amanah organisasi dan memanfaatkan masa kepengurusan dengan baik.
“Amanah ada waktunya, maka berprestasilah,” pungkasnya.
(H Ahyar)












