Beranda Warta

Dukha Ngabdul Wasih: Tenaga Perpustakaan Garda Depan Literasi, Status PPPK Harus Diperjuangkan

Dukha Ngabdul Wasih: Tenaga Perpustakaan Garda Depan Literasi, Status PPPK Harus Diperjuangkan

SOKARAJA, nubanyumas.com – Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih, menegaskan komitmennya untuk mengawal kesejahteraan tenaga perpustakaan sekolah di wilayah Banyumas. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Halalbihalal Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) Kabupaten Banyumas di Kopi Loh Jinawi, Desa Klahang, Kecamatan Sokaraja, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Sinergi Lintas Sektoral: Akselerasi IPLM Banyumas melalui Penguatan Status PPPK Tenaga Perpustakaan dan Transformasi Literasi Berkelanjutan” ini menjadi ajang konsolidasi bagi para pengelola perpustakaan sekolah se-Kabupaten Banyumas.

Dalam arahannya, Dukha menyatakan bahwa tenaga perpustakaan memiliki peran yang sama krusialnya dengan tenaga pendidik lainnya. Ia menyebut mereka sebagai “garda depan” dalam menjaga ekosistem ilmu pengetahuan di lingkungan sekolah.

“Kita tidak bisa bicara soal peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) jika orang-orang di belakang layarnya, yakni tenaga perpustakaan, belum mendapatkan kepastian status yang layak,” tegasnya.

Dukha menekankan, status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi tenaga perpustakaan bukan sekadar tuntutan, melainkan keharusan yang harus diperjuangkan secara kolektif.

Dukha menambahkan, Komisi 4 DPRD Banyumas akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah agar alokasi formasi PPPK bagi tenaga perpustakaan terus ditingkatkan.

Menurutnya, transformasi literasi berkelanjutan hanya bisa tercapai jika sumber daya manusianya sudah merasa aman secara status kepegawaian.

Selain persoalan kesejahteraan, Dukha juga berpesan agar ATPUSI Banyumas terus berinovasi dalam mengelola perpustakaan sekolah di era digital. Perpustakaan, menurutnya, harus bertransformasi menjadi pusat belajar yang menarik bagi siswa, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.

“Mari kita bangun sinergi lintas sektoral. Saya di legislatif akan berjuang dari sisi kebijakan dan anggaran, sementara rekan-rekan ATPUSI terus memberikan pelayanan terbaik bagi siswa-siswi kita,” pungkasnya. (*)

Editor: H Ahyar