PURWOKERTO, nubanyumas.com – Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Banyumas merilis data perhitungan teknis posisi hilal menjelang awal Syawal 1447 H. Tinggi mar’i hilal di wilayah Banyumas hanya tercatat 1 derajat 30 menit, jauh di bawah kriteria imkanur rukyat sehingga bulan Ramadhan berpotensi digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal.
Ketua LF PCNU Banyumas, Marwadi, menjelaskan bahwa ijtima terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 08.23.20 WIB. Matahari terbenam pada pukul 17.55.58 WIB dengan lama hilal di atas ufuk hanya sekitar 6 menit 1,19 detik.
Kriteria imkanur rukyat yang disepakati menetapkan syarat minimal tinggi hilal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Sementara data di Banyumas menunjukkan elongasi bulan hanya sebesar 5 derajat 38 menit. Dengan kondisi tersebut, hilal diperkirakan sangat sulit dilihat melalui mata telanjang maupun alat bantu optik.
“Sore ini tinggi hilal di Banyumas masih 1 derajat 30 menit, sehingga belum masuk kriteria imkanur rukyat. Dengan posisi yang rendah ini, hilal masih sulit dilihat,” kata Marwadi.
Jika hilal tidak berhasil dirukyat di seluruh titik pantau di Indonesia, maka awal 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
Meski demikian, kegiatan rukyatul hilal di Menara Pandang Purwokerto tetap dilaksanakan pada Kamis (19/3/2026) sore sebagai bagian dari prosedur resmi organisasi. Hasil observasi lapangan nantinya dilaporkan secara berjenjang kepada Lembaga Falakiyah PBNU sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat Kementerian Agama RI.
Warga nahdliyin di Banyumas diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi atau ikhbar dari PBNU maupun keputusan pemerintah terkait ketetapan 1 Syawal 1447 H.
Editor: H Ahyar












