Beranda Warta

Kisah Taslam, Amil Zakat NU Pandansari yang Mengabdi Sejak 1980-an

Ini Taslam, Amil Zakat NU Pandansari yang Mengabdi Sejak 1980-an
Kisah Taslam, Amil Zakat NU Pandansari yang Mengabdi Sejak 1980-an

AJIBARANG, nubanyumas.com – Semangat pengabdian tak pernah pudar dari sosok Taslam. Pria ini merupakan amil zakat tertua yang telah aktif sejak era 1980-an di Desa Pandansari Ajibarang, Kecamatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pada bulan Ramadhan 1447 H tahun ini, ia kembali ikut serta menyukseskan penerimaan dan pembagian zakat fitrah maupun zakat mal yang digelar oleh Jam’iyyah NU Ranting Pandansari.

Meski usia tak lagi muda, Taslam tetap setia melayani umat di meja amil zakat. Ia menyampaikan rasa syukurnya karena masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk menjalankan amanah tersebut.

“Mugi-mugi sedoyo ingkang dipun tindakaken niki saged dados berkah, manfaat kangge sesami, lan dados amal sae kangge kulo lan sedoyo,” ujar Taslam, mendoakan kelancaran tugas para amil.

Kegiatan pengumpulan zakat yang melibatkan panitia amil desa ini berlangsung sejak Selasa hingga Jumat (17-20/3/2026). Proses penerimaan dipusatkan di Gedung Muslimat NU Ranting Pandansari dan disebar di empat titik masjid, yakni Masjid Baiturahmat 1, 2, 3, dan 5.

Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Masjid Baiturahmat 1 Pandansari, Amin Yusuf, menyampaikan apresiasinya kepada warga nahdliyin.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah menunaikan zakat serta para petugas yang dengan penuh keikhlasan menjalankan amanah ini,” kata Amin.

Ia menambahkan, program rutin setiap bulan Ramadhan ini merupakan momentum penting bagi umat Islam. “Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan harta dan jiwa. Semoga hasil dari pengumpulan zakat fitrah ini dapat tersalurkan dengan baik, membawa keberkahan, dan mewujudkan kemaslahatan bagi umat,” jelasnya.

Zakat yang telah dikumpulkan dan dicatat secara tertib oleh panitia selanjutnya langsung didistribusikan kepada para mustahik, seperti fakir, miskin, dan warga kurang mampu di wilayah Pandansari menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penulis: Putut Aji
Editor: H Ahyar