Harlah 1 Abad NU MWCNU Kebasen Diisi Sholawatan, Bakti Sosial, hingga Pengajian Akbar

KEBASEN, NUBANYUMAS.COM — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kebasen memperingati Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama dengan rangkaian kegiatan religius dan sosial yang melibatkan masyarakat luas. Agenda harlah dikemas secara khidmat dan penuh semangat kebersamaan sebagai bentuk syukur atas satu abad perjalanan NU dalam menjaga agama, bangsa, dan umat.

Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU MWCNU Kebasen, Ahmad Mualif, SS., menjelaskan bahwa peringatan ini dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan umat. “Harlah 1 Abad NU kami isi dengan sholawatan, bakti sosial berupa pentasharufan sembako, bantuan untuk madrasah Ma’arif, beasiswa santri berprestasi, serta pengajian akbar,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Mualif, kegiatan bakti sosial menjadi wujud nyata khidmah NU kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat satu abad NU harus tercermin dalam kepedulian sosial dan penguatan pendidikan ke-NU-an. “NU tidak boleh lepas dari akar sosialnya. Karena itu, bantuan untuk madrasah dan beasiswa santri kami jadikan agenda penting dalam harlah kali ini,” katanya.

Selain bakti sosial, sholawatan dan pengajian akbar menjadi momentum spiritual untuk memperkuat kecintaan warga NU kepada Rasulullah SAW dan para ulama. Ribuan jamaah dari berbagai ranting NU di wilayah Kebasen dijadwalkan hadir sebagai bentuk antusiasme dan kebersamaan warga nahdliyin dalam menyambut satu abad NU.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jajaran MWCNU Kebasen juga melakukan sowan kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas sebagai bentuk ta’dzim struktural dan penguatan koordinasi organisasi. Momentum sowan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi NU dari tingkat cabang hingga MWC.

Ketua PCNU Kabupaten Banyumas, Imam Hidayat, dalam penutup pertemuan sowan menyampaikan apresiasi atas semangat MWCNU Kebasen dalam menyemarakkan Harlah 1 Abad NU. “Apa yang dilakukan MWCNU Kebasen menunjukkan bahwa NU tetap hidup, bergerak, dan memberi manfaat nyata bagi umat. Inilah ruh satu abad NU: khidmah, persatuan, dan keberlanjutan,” tandasnya.

editor : djito el fateh