PURWOKERTO, nubanyumas.com – Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menyiapkan kuota penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026 sebanyak 3.785 kursi. Penetapan daya tampung ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjaga kualitas akademik.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Rektor UIN Saizu Purwokerto Nomor 720 Tahun 2025. Rektor UIN Saizu Purwokerto, Ridwan, menjelaskan bahwa penentuan kuota dilakukan dengan mempertimbangkan rasio dosen dan mahasiswa, ketersediaan sarana dan prasarana, serta standar mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam. Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa tidak boleh mengorbankan kualitas proses pembelajaran.
“Penetapan daya tampung ini merupakan bagian dari ikhtiar kami menjaga mutu akademik sekaligus membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkualitas,” ujar Ridwan dalam rilis yang diterima nubanyumas.com Senin, (5/1/2026).
Lebih lanjut, Ridwan menyampaikan bahwa total kuota sebanyak 3.785 mahasiswa tersebut dialokasikan ke dalam tiga jalur seleksi utama, yakni SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan jalur mandiri. Ketiga jalur tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi beragam latar belakang dan potensi calon mahasiswa. Menurutnya, skema ini diharapkan mampu menjaring mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus memiliki potensi pengembangan diri yang baik.
“Melalui pembagian jalur seleksi ini, kami ingin memastikan proses penerimaan mahasiswa berjalan adil, transparan, dan mampu menjaring calon mahasiswa terbaik dari berbagai daerah,” katanya.
Pada tahun akademik 2026, sejumlah program studi favorit masih menjadi pilihan utama masyarakat. Program Studi Ekonomi Syariah menjadi prodi dengan kuota terbesar, yakni 540 mahasiswa, disusul Pendidikan Agama Islam dengan daya tampung 450 mahasiswa dan Perbankan Syariah sebanyak 350 mahasiswa. Selain itu, program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Bimbingan dan Konseling Islam, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam masing-masing membuka kuota 250 mahasiswa.
UIN Saizu Purwokerto juga membuka kuota bagi program studi Hukum Keluarga Islam, Hukum Tata Negara, Manajemen Pendidikan Islam, Tadris Bahasa Inggris, serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang masing-masing menyediakan 150 kursi. Sementara itu, program studi Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Pendidikan Bahasa Arab, Sejarah Peradaban Islam, serta Manajemen Zakat dan Wakaf masing-masing membuka kuota 100 mahasiswa.
Di samping program studi populer, UIN Saizu Purwokerto tetap mempertahankan program studi kajian khusus dan pendalaman keilmuan Islam, seperti Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Tasawuf dan Psikoterapi, Tadris Matematika, Studi Agama-Agama, serta Perbandingan Mazhab dengan kuota berkisar antara 45 hingga 95 mahasiswa. Ridwan menilai keberadaan program studi tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara penguatan keilmuan terapan dan kajian keislaman yang mendalam.
“Kampus tidak hanya dituntut melahirkan sarjana profesional, tetapi juga intelektual muslim yang memiliki kedalaman ilmu, kepekaan sosial, dan komitmen kebangsaan,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama, UIN Saizu Purwokerto terus memantapkan diri sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Kurikulum yang diterapkan menekankan nilai-nilai moderasi beragama, penguatan literasi digital, serta pengembangan riset yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan masyarakat.
Menutup keterangannya, Ridwan mengimbau calon mahasiswa untuk mencermati informasi resmi terkait penerimaan mahasiswa baru agar tidak keliru dalam memilih jalur seleksi maupun program studi.
“Kami mengajak para calon mahasiswa untuk aktif mencari informasi melalui kanal resmi kampus agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkasnya.
editor: ahyar













