JATILAWANG, nubanyumas.com — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Jatilawang menggelar Tarawih Silaturahmi (Tarhim) putaran ketiga di dua ranting sekaligus, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang bersamaan dengan Malam Nuzulul Qur’an ini berlangsung di Ranting NU Karanglewas dan Ranting NU Margasana.
Di Masjid Baeturrohim Desa Karanglewas, Tarhim dihadiri jajaran pengurus MWC NU Jatilawang yang dipimpin Wakil Rais Syuriyah, Kiai Mukhlisin. Ketua Ranting NU Karanglewas, H. Kidar, menyambut kehadiran rombongan MWC NU.
Kiai Mukhlisin dalam tausiyahnya menyampaikan tentang turunnya Al-Qur’an.
“Al-Qur’an diturunkan ke bumi sebagai pedoman hidup umat Islam,” kata Kiai Mukhlisin.
Di lokasi kedua, Tarhim berlangsung di Masjid Nurul Iman Desa Margasana. Kegiatan dihadiri Wakil Rais Syuriyah MWC NU Jatilawang, Kiai Ahmad Fauzi, Kepala Desa Margasana Dodit Wibowo beserta perangkat desa, seluruh anggota BPD, pengurus Takmir Masjid Nurul Iman, serta badan otonom NU meliputi Muslimat, Fatayat, dan IPNU-IPPNU.
Acara dipandu Sekretaris Ranting NU Margasana, Darojat. Ketua Takmir Masjid Nurul Iman, KH Kodiran, menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, Tarhim MWC NU Jatilawang hadir sekaligus memperingati Malam Nuzulul Qur’an. Ini adalah bentuk nyata kecintaan kita semua kepada Kitabullah,” kata KH Kodiran.
Kepala Desa Margasana, Dodit Wibowo, menyampaikan kebahagiaannya melihat bersatunya unsur pemerintah dan ulama dalam kegiatan keagamaan di desanya.
Kiai Ahmad Fauzi menyampaikan tausiyah tentang turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Ia mengajak warga menghidupkan tradisi membaca Al-Qur’an di rumah masing-masing.
“Rumah yang sering dibacakan Al-Qur’an akan terpancar cahaya keberkahan. Al-Qur’an bukan sekadar hiasan, melainkan petunjuk dalam setiap langkah kehidupan,” kata Kiai Ahmad Fauzi.
Tarhim merupakan program rutin MWC NU Jatilawang untuk menyambangi ranting-ranting di bulan Ramadhan sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan jamaah. (djito el fateh)












