CILONGOK, nubanyumas.com – Ribuan jamaah dan warga Nahdliyin memadati jalanan Desa Langgongsari untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mustasyar MWCNU Cilongok, KH Abdul Mutholib, Selasa (10/2/2026) malam. Massa yang menyemut mengiringi prosesi pengantaran jenazah ulama kharismatik tersebut menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Prosesi pelepasan jenazah di rumah duka, Pliken, berlangsung khidmat. Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh KH Yunani dari Sirau dan dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Cilongok serta sejumlah tokoh kiai dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas.
Rais Syuriah MWCNU Cilongok, KH Akhmad Mufarrich, dalam sambutannya menyampaikan testimoni atas kesalehan almarhum. Ia mengungkapkan bahwa wafatnya KH Abdul Mutholib pada hari Selasa memiliki makna tersendiri dalam tradisi pesantren.
”Banyak tokoh besar dan kiai NU yang wafat pada hari Selasa. Insya Allah, ini menjadi tanda seda ingkang sae (wafat yang baik). Almarhum telah memberikan seluruh hidupnya untuk berkhidmah kepada umat dan organisasi,” ujar KH Akhmad Mufarrich.
Usai prosesi sambutan, keranda jenazah perlahan digotong keluar menuju makam keluarga dengan kawalan ketat dari anggota Banser. Ribuan pelayat tampak beriringan mengikuti di belakang sembari melantunkan kalimat tahlil yang menggetarkan suasana malam di Langgongsari.
KH Abdul Mutholib dikenal sebagai sosok pengayom yang sangat dekat dengan masyarakat. Kehadiran ribuan jamaah yang datang dari berbagai penjuru ini menjadi bukti nyata besarnya rasa cinta dan kehilangan warga Nahdliyin atas wafatnya kiai sepuh Cilongok ini.
Penulis: Mustangin











