AJIBARANG, nubanyumas.com – Di aula SMA Ma’arif NU 1 Ajibarang, Jumat (30/01), wajah-wajah pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari pelosok desa berkumpul.
Mereka bukan sekadar hadir untuk silaturahmi rutin, melainkan untuk mendengarkan satu pesan krusial, pesan apa? Transformasi!
Hadir bersama dengan rombongan Pengurus Harian (PH), Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyumas, KH Imam Hidayat, memberikan peringatan jelas bahwa pengurus organisasi di tingkat akar rumput tidak lagi bisa berjarak dengan teknologi.
”Pengurus NU saat ini wajib melek digital,” tegasnya di hadapan para pengurus ranting dari Kecamatan Ajibarang dan Lumbir.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak agar dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah tetap relevan bagi generasi muda dan administrasi organisasi berjalan efektif.
Kegiatan bertajuk Turba (Turun ke Bawah) ini menjadi ruang bagi pimpinan cabang untuk memotret langsung kondisi di lapangan.
Slamet Ibnu Ansori, Ketua MWC NU Ajibarang, melaporkan bahwa secara fisik organisasi terus tumbuh, salah satunya ditandai dengan progres pembangunan gedung MWC.
Di saat yang sama, pengurus dari wilayah Lumbir melaporkan upaya mereka menjaga konsistensi kegiatan rutin di tengah tantangan zaman.
Namun, PCNU menyadari bahwa kekuatan fisik bangunan harus diimbangi dengan kesiapan mental menghadapi perubahan zaman.
Selain isu teknologi, aspek spiritual tetap menjadi fondasi. Mengingat kalender hijriah yang terus bergulir, Rais Syuriah PCNU Banyumas, KH Mughni Labib, mengingatkan para pengurus untuk segera menyusun strategi dakwah menjelang bulan suci Ramadhan.
Ia menekankan bahwa pengurus ranting adalah “penjaga gawang” akidah di masyarakat. Oleh karena itu, persiapan program Ramadhan harus direncanakan dengan matang agar syiar Islam yang ramah dapat dirasakan langsung oleh warga.
”Pengurus Ranting harus menjadi garda terdepan yang memastikan syiar Islam di masjid dan mushala tetap sejuk, ramah, dan sesuai dengan amaliah An-Nahdliyah,” tegasnya.
editor: ahyar













