Beranda Keislaman

Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah: Arab, Latin, dan Artinya

Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah: Arab, Latin, dan Artinya
Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah: Arab, Latin, dan Artinya

NUBanyumas.com – Berikut ini adalah lafal bacaan niat sholat tarawih sendiri dan berjamaah lengkap dari bahasa arab, latin dan artinya.

Malam-malam di bulan Ramadan selalu terasa syahdu dengan gema selawat dan pelaksanaan sholat tarawih di masjid maupun musala. Sebagai ibadah sunnah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan), tarawih menjadi ladang pahala yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Namun, sebelum melangkah lebih jauh, setiap ibadah haruslah didasari dengan niat yang benar. Sesuai hadits masyhur, “Innamal a’malu bin niyyat” (Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya).

Dalam madzhab Syafi’i yang lazim diikuti warga Nahdliyin, melafalkan niat (ushalli) bukan hanya soal teknis, melainkan bentuk kemantapan hati sebelum memulai ibadah.

Berikut adalah panduan lengkap niat sholat tarawih untuk imam, makmum, maupun bagi Anda yang melaksanakannya sendiri (munfarid).

Atau Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah, lengkap dari lafal Arab, Latin, dan Artinya.

Baca Juga: Ini Bacaan Bilal Sholat Tarawih 23 Rakaat dan Witir: Arab, Latin, serta Terjemahannya

Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah: Arab, Latin, dan Artinya

1. Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum

Jika Anda mengikuti jamaah di masjid atau musala, berikut adalah lafal niatnya:

Teks Arab: أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Teks Latin: Ushalli sunnatat tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Sholat Tarawih sebagai Imam

Bagi Anda yang bertugas memimpin jamaah, wajib menyertakan status “imaman” dalam niatnya.

Teks Arab: أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Teks Latin: Ushalli sunnatat tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Sholat Tarawih Sendiri (Munfarid)

Dalam kondisi tertentu, mungkin Anda harus mengerjakan tarawih sendirian di rumah. Niatnya tetap sama, hanya tanpa embel-embel imam atau makmum.

Teks Arab: أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

Teks Latin: Ushalli sunnatat tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Agar ibadah kita sah dan lebih afdal, ada beberapa poin penting dalam madzhab Syafi’i terkait niat tarawih yang sering kali terlewat:

Ta’yin (Menentukan Jenis Ibadah)

Karena sholat tarawih adalah sholat sunnah yang memiliki waktu tertentu (nafilah mu’aqqatah), maka wajib bagi seseorang untuk menentukan jenis sholatnya. Artinya, harus meniatkan kata “Tarawih” secara spesifik. Jika hanya niat “sholat sunnah” saja tanpa menyebutkan tarawih, maka sholatnya tidak sah sebagai tarawih dan hanya menjadi sunnah mutlak.

Dilakukan Setiap Dua Rakaat

Niat ini wajib dihadirkan kembali di setiap awal takbiratul ihram pada setiap dua rakaat. Tidak cukup satu kali niat untuk 20 rakaat sekaligus.

Tempat Niat di Hati, Dibantu dengan Lisan

Secara hukum asal, tempat niat adalah di dalam hati. Namun, ulama-ulama NU mengajarkan pentingnya melafalkan niat (talaffuzh) secara lisan sebelum takbir untuk membantu konsentrasi dan menuntun hati.

Baca Juga: Daftar Urutan Bacaan Surat Sholat Tarawih 23 Rakaat dan Witir

Niat Sholat Witir Lengkap

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, sholat Witir sebagai penutup tarawih biasanya dilaksanakan sebanyak 3 rakaat dengan pola 2 rakaat (salam) + 1 rakaat (salam). Pemisahan ini disebut dengan fashl. Berikut adalah lafal niatnya secara terperinci:

1. Niat Sholat Witir 2 Rakaat (Bagian Pertama)

Niat ini dibaca saat melaksanakan dua rakaat pertama sebelum rakaat penutup.

Sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Sendiri (Munfarid)

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Sholat Witir 1 Rakaat (Rakaat Terakhir/Penutup)

Niat ini dibaca untuk satu rakaat terakhir sebagai pengganjal (witir) dari seluruh rangkaian sholat malam.

Sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Sendiri (Munfarid)

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan : Pengertian, Tata Cara, dan Bacaan Lengkap

Sholat tarawih adalah ruang bagi kita untuk ber-muhasabah dan mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Dengan memahami dan menghayati niat yang kita ucapkan, semoga setiap gerakan sujud kita di malam Ramadan bukan sekadar olahraga fisik, melainkan menjadi saksi ketaatan kita kelak di akhirat.

Semoga panduan niat sholat tarawih sendiri dan berjamaah ini bermanfaat bagi seluruh jamaah dan pembaca setia NU Banyumas. Selamat menjalankan ibadah di bulan suci yang penuh berkah.

Wallahu a’lam bish-shawabi.