JATILAWANG, nubanyumas.com – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Ranting Tinggarjaya kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Pada penarikan Koin Lazisnu periode Februari 2026, ranting ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp5.607.100 dari 118 kotak yang dikelola oleh delapan petugas.
Capaian tersebut mengantarkan Lazisnu Ranting Tinggarjaya naik peringkat dari posisi ketiga tingkat Kabupaten Banyumas pada 2025 menjadi peringkat kedua pada 2026.
Ketua MWC NU Jatilawang H. Muhammad Asyhadi memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Ranting Tinggarjaya.
“Semoga ranting-ranting lain di Jatilawang bisa mengikuti jejak Lazisnu Ranting Tinggarjaya dalam hal manajemen dan semangatnya,” ujar Asyhadi di sela-sela pendampingan penarikan koin di Musala An-Nadloh MWC NU Jatilawang, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan penarikan Koin Lazisnu MWC NU Jatilawang rutin dilaksanakan setiap Sabtu pada minggu keempat setiap bulan. Acara kali ini dihadiri perwakilan Lazisnu PCNU Banyumas Imron R beserta jajarannya, serta Sekretaris MWC NU Jatilawang Edi Antoro.
Ketua Ranting NU Tinggarjaya Ahmad Marzuki turut hadir mendampingi langsung proses penyetoran. Dukungan penuh dari pengurus ranting menjadi salah satu kunci keberhasilan Lazisnu Tinggarjaya dalam mengelola program koin.
Total perolehan Koin Lazisnu MWC NU Jatilawang pada Februari 2026 mencapai Rp7.113.400 dari empat ranting yang aktif menyetorkan. Selain Tinggarjaya, tiga ranting lain yang menyetor adalah Adisara dengan Rp1.303.000 dari 20 kotak, Karanglewas Rp838.300 dari 16 kotak, dan Tunjung Kidul Rp668.000 dari 11 kotak.
Ketua Lazisnu MWC NU Jatilawang Sodikin menjelaskan bahwa dari 13 ranting di Kecamatan Jatilawang, saat ini tujuh ranting masih aktif dalam program Koin Lazisnu. Ketujuh ranting tersebut adalah Tinggarjaya, Adisara, Tunjung Kidul, Bantar, Gunungwetan, Karanganyar, dan Karanglewas.
“Kami terus mengingatkan seluruh ranting untuk ikut andil dalam gerakan ini. Masih ada empat ranting yang kurang aktif dan dua ranting yang belum berpartisipasi sama sekali sejak 2020,” kata Sodikin.
Ia berharap gerakan Koin Lazisnu tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial bagi jamaah Nahdlatul Ulama di wilayah Jatilawang.
Penulisa: H Ahyar












