Beranda Warta

Kurikulum Berbasis Cinta Diperkuat, 57 Guru Madrasah Cilongok Ikuti Pelatihan

Kurikulum Berbasis Cinta Diperkuat, 57 Guru Madrasah Cilongok Ikuti Pelatihan
Kurikulum Berbasis Cinta Diperkuat, 57 Guru Madrasah Cilongok Ikuti Pelatihan

CILONGOK, nubanyumas.com – Sebanyak 57 guru dari tiga madrasah di Cilongok mengikuti Diseminasi Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar di Aula MA Ma’arif NU 1 Cilongok, Sabtu (7/2/2026).

Peserta kegiatan berasal dari MA Ma’arif NU 1 Cilongok, MTs Ma’arif NU 2 Cilongok, dan MTs Ma’arif NU 3 Cilongok. Pelatihan ini merupakan program Kelompok 2 binaan Pengawas Madrasah Charis Munandar dan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Charis Munandar dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta diarahkan untuk memperkuat pendekatan pembelajaran yang menempatkan nilai kasih sayang dalam proses pendidikan.

“Kurikulum Berbasis Cinta menekankan peran hati dalam mendidik dan membangun relasi antara guru dan peserta didik,” kata Charis Munandar.

Materi pelatihan disampaikan melalui lima pilar utama Kurikulum Berbasis Cinta. Pilar cinta kepada Allah dan Rasul disampaikan oleh Khusniatus Solihah. Pilar cinta ilmu dipaparkan oleh Suliyah. Pilar cinta alam dan lingkungan disampaikan oleh Risti Ferlina. Pilar cinta diri dan sesama disampaikan oleh Susmiarti. Sementara pilar cinta tanah air dipaparkan oleh Fifi Kartika Dewi.

Pada sesi refleksi, Kepala MA Ma’arif NU 1 Cilongok Arif Rahmanudin menyampaikan bahwa KBC menjadi acuan dalam penguatan pembelajaran di madrasah.

“Kurikulum ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun proses pembelajaran yang berorientasi pada karakter,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala MTs Ma’arif NU 2 Cilongok Salis Muzayin dan Kepala MTs Ma’arif NU 3 Cilongok Eko Rubiyantoro. Keduanya menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai KBC dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi tukar kado antar peserta sebagai bagian dari rangkaian acara diseminasi.