Beranda Warta

Kunjungi Pondok Leler, Ini 5 Nasihat Imam Masjid Al-Azhar Mesir

mam Masjid Al-Azhar Asy-Syarif, Prof. Dr. Zakariya Muhammad Marzuq

BANYUMAS, nubanyumas.com — Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Leler, Banyumas, menerima kunjungan ulama asal Mesir yang juga Imam Masjid Al-Azhar Asy-Syarif, Prof. Dr. Zakariya Muhammad Marzuq, pada Selasa malam (28/4/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian safar dakwah beliau di Indonesia.

Kedatangan Prof. Zakariya disambut langsung oleh pengasuh pesantren, Syaikhuna Zuhrul Anam Hisyam, bersama para santri Andalusia. Suasana hangat dan khidmat menyertai rangkaian kegiatan selama kunjungan berlangsung.

Pada Rabu malam (29/4/2026), Prof. Zakariya memberikan mau‘izhah hasanah dalam acara khataman khawajikan Jamaah Thariqah Naqsyabandiyyah Khalidiyyah Mujaddidiyyah yang digelar di Gedung Zawiyyah Naqsyabandiyyah Leler. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada para santri dan jamaah.

Setelah dua hari berada di Banyumas, Prof. Zakariya berpamitan pada Kamis malam (30/4/2026) untuk melanjutkan perjalanan dakwah ke daerah lain. Prosesi pelepasan dilakukan secara sederhana di halaman Gedung Zawiyyah Naqsyabandiyyah.

Sebelum meninggalkan lokasi, Prof. Zakariya menuliskan lima nasihat penting dalam bahasa Arab yang ditujukan kepada para santri dan jamaah sebagai pedoman hidup.

Pertama, dirikanlah shalat. Ia menegaskan bahwa shalat merupakan tiang agama dan menjadi amalan pertama yang akan dihisab.

Kedua, taatlah kepada guru dan kedua orang tua. Ia mengingatkan pentingnya menghormati guru serta berbakti kepada orang tua sebagai kunci mendapatkan ridha Allah.

Ketiga, carilah ilmu walau satu hal setiap pagi. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menuntut ilmu, meskipun sedikit.

Keempat, biasakan berdzikir kepada Allah. Dzikir disebut sebagai amalan yang mampu menenangkan hati dan menjaga diri dari kelalaian.

Kelima, hafalkan walau satu ayat setiap hari. Ia mendorong para santri untuk menghafal Al-Qur’an secara bertahap namun berkelanjutan.

Kelima nasihat tersebut diharapkan menjadi pegangan bagi para santri dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek ibadah maupun dalam menuntut ilmu.

(Mahbub Athoillah)