Khutbah Idul Fitri berjudul “4 Kemenangan Orang Berpuasa” yang ditulis oleh Muhammad Zainur Rakhman, M.Ag., seorang Penyuluh Agama Islam di Kementerian Agama Kab. Banyumas, membahas kemenangan spiritual yang diraih setelah menjalankan ibadah puasa. Idul Fitri bukan sekadar hari raya, tetapi momentum kemenangan bagi orang-orang yang berhasil mengendalikan diri dan meningkatkan ketakwaan.
Empat kemenangan yang dijelaskan dalam khutbah ini adalah kemenangan ruhani atas materi, di mana puasa membebaskan seseorang dari ketergantungan duniawi; kemenangan akhirat atas dunia, yang menjadikan orientasi hidup lebih fokus pada kebahagiaan di akhirat; kemenangan kerukunan atas permusuhan, yang menumbuhkan sikap damai dan menghindari perselisihan; serta kemenangan cinta atas kebencian, yang menjadikan hati lebih lembut dan penuh kasih terhadap sesama.
Khutbah ini menegaskan bahwa semangat kemenangan Idul Fitri harus terus dijaga sepanjang hidup. Nilai-nilai puasa, seperti ketakwaan, kepedulian, dan kasih sayang, diharapkan tetap tertanam dalam diri umat Islam agar menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga : Khutbah Idul Fitri: Kembalikan Hatimu Pada FitrahNya!
Khutbah Idul Fitri : 4 Kemenangan Orang Berpuasa
Khutbah 1
9x اَللهُ أَكْبَرُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.
اَللهُ أَكْبَرُ مَا فَعَلَ الْمُسْلِمُونَ فِي نَهَارِ رَمَضَانَ بِالصِّيَامِ، وَفِي لَيْلِهِ بِالْقِيَامِ.
اَللهُ أَكْبَرُ مَا ازْدَحَمَ الْمُصَلُّونَ فِي الْمَسَاجِدِ بِشُوقٍ وَاِهْتِمَامٍ.
مَا سَبَقُوا فِي الْمَسَاجِدِ لِلسُّجُودِ وَالْقُعُودِ وَالْقِيَامِ.
اَللهُ أَكْبَرُ مَا بَذَلَ الْمُسْلِمُونَ إِلَى إِخْوَانِهِمْ بِالْعَطَاءِ وَالْمَوَدَّةِ وَالِاحْتِرَامِ.
اَللهُ أَكْبَرُ مَا تَكُفُّ الْكُفُوفُ إِلَى اللهِ فِي هَذَا الشَّهْرِ بِالدُّعَاءِ وَالتَضَرُّعِ لِكَشْفِ الضُّرِّ وَالْبَلَاءِ.
اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَرَاقِبُوهُ مُرَاقَبَةَ مَنْ يَعْلَمُ أَنَّهُ يَرَاهُ.
وَاعْلَمُوا أَنَّهُ لَا يَضُرُّ وَلَا يَنْفَعُ وَلَا يُعْطِي وَلَا يَمْنَعُ إِلَّا اللهُ سُبْحَانَهُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ . وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ
Ma’asyirol Muslimin Wazumrotal Mu’minin Rohimakumullah
Pada momen yang mulia ini, dimana setiap mukmin dilahirkan kembali dalam fitrah kesucian, bersih dari semua karat dan kotoran, dan menjadi pemenang dengan gelar Muttaqien, marilah kita menghaturkan syukur yang begitu dalam kehadirat Allah Ta’ala, atas karunia yang begitu
besar dan agung, sebuah momen kelahiran kembali, memulai lembaran baru sebagai insan yang bertaqwa. Semoga senantiasa ditetapkan dalam istiqomah dan berakhir husnul khatimah, amin Ya Rabbal ‘alamin.
اَللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Hari raya adalah kemenangan kaum mukminin. Ada empat kemenangan yang diraih seorang mukmin setelah berpuasa selama sebulan.
Pertama, kemenangan ruhani atas materi. Orang yang telah berpuasa, spritualitasnya meningkat, ruhaninya menang atas hal-hal yang sifatnya bendawi. Ia tidak lagi terikat dengan materi, harta benda, dan kepemilikan yang semu, serta posisi dan atribut duniawi yang tidak hakiki. Orang yang berpuasa, tidak materialistis, jiwanya bebas dari tomak, rakus terhadap dunia. Mentalnya adalah memberi, bukan berharap untuk diberi.
Kedua, kemenangan akhiratatas dunia. Orang yang telah berpuasa, orientasi hidupnya adalah akhirat. Fokus utama perjuangannya adalah bagaimana mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di akherat. Perkara-perkara dunia, aktivitas duniawi akan digerakkan dengan visi dan semangat ukhrawi, sehingga bernilai pahala.
Jama’ahSholatIedulFitri yang berbahagia,
Ketiga, kemenangan kerukunan atas permusuhan. Orang yang telah berpuasa, senantiasa mengutamakan perbaikan dan kemaslahatan. Bukan ego dan kepentingannya sendiri. Ia akan senantiasa berupaya menjaga kerukunan dengan mengedepankan prasangka baik serta pikiran yang positif. Ia tidak mudah termakan stigma, terhasut oleh berita dan kabar yang berseliweran disekitarnya. Ia sadar sepenuhnya, bahwa data dan informasi yang dimilikinya tidak mutlak benar, tidak selalu lengkap, dan pemahamanya tidak selalu utuh.
Dengandemikian, ia akan memilih dengan kerendahan hati, untuk tidak melakukan justifikasi, penghakiman, pelabelan, hingga tuduhan, hanya untuk memuaskan egonya dan memperbesar permusuhan. Ia akan sangat hati-hati jangan sampai memecah belah persatuan dan ukhuwah, baik ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah. Sebagaimana ungkapan jawa yang masyhur, “rukun agawe sentosa, crah agame bubrah”. Ia akan selalu memosisikan diri sebagai pemersatu, bukan pemecah belah.
Keempat, kemenangan cinta atas kebencian. Orang yang telah berpuasa, hatinya dipenuhi cinta. tidak tersisa dalam jiwanya, kebencian untuk siapapun. Apalagi kebencian hanya karena perbedan pandangan, ormas, ras, dan agama. Hatinya menjadi lembut, penuh kasih, dan ingin memuliakan segala sesuatu, “Hurmat Ing Sagunging Kahanan,” sebagai wujud bakti bahwa, “Gusti Ngejowantah”, kita bertugas Haneteping Dawuh, meneruskan cinta ilahi ke seluruh penjuru semesta. Hamemayu Hayuning Bawono, Hamemayu Ayuning Praja.
اَللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Ramadhan memang telah pergi. Tahun depan tak ada jaminan, kita berjumpa lagi. Tapi, spirit kemenangan Iedul Fitri, kemenangan ruhani atas materi; kemenangan akhirat atas dunia, kemenangan kerukunan atas permusuhan, dan kemenangan cinta atas kebencian, akan terus membersamai kita; sepanjang tahun, sepanjang waktu, dan sepanjang peradaban.
جَعَلَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ وَالْمَقْبُولِينَ. كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. آمِين.
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ.
Khutbah 2
8 x اَللَّهُ أَكْبَرُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَظِيمِ: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا”.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ، وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَادْعُوهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Download Khutbah Idul Fitri 1446 H / 2025 M PDF klik disini.
DOWNLOAD
Muhammad Zainur Rakhman, M.Ag.
(Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Kementerian Agama Kab. Banyumas)