AJIBARANG, nubanyumas.com – Pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Ajibarang masa khidmat 2026–2030 resmi dilantik di Masjid Mabaul Ulum, Desa Ajibarang Kulon, Kecam ,atan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Selasa (20/10/2026) malam.
Kepengurusan JATMAN Ajibarang periode ini didominasi kalangan muda. Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu hal yang menonjol dalam susunan pengurus organisasi yang berfokus pada pengembangan dan pelestarian ajaran tarekat di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).
Mudir Imdaiyyah JATMAN Ajibarang, H. Nisful Adji, mengatakan keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan menjadi bagian dari upaya melanjutkan keberlangsungan organisasi.
“Anak-anak muda perlu mendapatkan ruang untuk terlibat dalam kepengurusan dan kegiatan JATMAN. Dengan keterlibatan tersebut, mereka dapat belajar berorganisasi sekaligus mengenal dan mendalami ajaran para ulama,” ujarnya.
Menurutnya, regenerasi kepengurusan perlu disertai dengan pemahaman terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan organisasi. Dengan demikian, generasi muda dapat menjalankan peran kepengurusan tanpa meninggalkan tradisi keilmuan dan amaliah para ulama.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Ajibarang, Slamet Ibnu Ansori, menyampaikan bahwa keterlibatan anak muda dalam organisasi keagamaan merupakan bagian dari proses kaderisasi di lingkungan NU.
“Regenerasi merupakan bagian penting dalam keberlangsungan organisasi. Anak-anak muda perlu dilibatkan agar memiliki pengalaman berkhidmah, memahami tradisi Nahdlatul Ulama, dan mampu meneruskan perjuangan para pendahulu,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antarlembaga dan badan otonom di lingkungan NU diperlukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan penguatan organisasi di tingkat kecamatan.
Sementara itu, pengurus JATMAN, Rohid Sofyanto, menyoroti keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan periode 2026–2030. Menurutnya, keterlibatan tersebut perlu diikuti dengan kesungguhan dalam menjalankan amanah organisasi.
“Menjadi bagian dari kepengurusan bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjalankan tugas organisasi. Anak-anak muda perlu belajar, menjaga adab kepada para guru, dan tetap berpegang pada ajaran serta tuntunan para ulama,” tutup pria yang akrab disapa Ruto.
(H Ahyar)












