BATURADEN, nubanyumas.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Baturaden bisa menjadi rujukan pengelolaan Koin NU di Kabupaten Banyumas setelah mencatatkan capaian tertinggi selama dua tahun berturut-turut. Keberhasilan tersebut ditopang oleh tiga kunci utama yang dinilai layak ditiru oleh MWC NU lain di Banyumas.
Ketua MWC NU Baturaden, Ahmad Sauqi, menjelaskan bahwa pengelolaan Koin NU di wilayahnya ditangani langsung oleh MWC dengan kendali penuh berada di tangan ketua. Menurutnya, ketegasan dalam pengelolaan dana umat menjadi hal mendasar agar amanah jamaah dapat terjaga dengan baik.
Kunci pertama, kata Sauqi, adalah perhatian serius terhadap petugas lapangan Koin NU. Petugas lapangan diposisikan sebagai ujung tombak penghimpunan dana, sehingga harus dijaga, diperhatikan, dan terus didampingi dalam menjalankan tugasnya.
Kunci kedua yakni menjaga koordinasi yang tidak terputus dengan ketua-ketua ranting NU. Koordinasi yang intensif dinilai mampu memperkuat sistem penghimpunan sekaligus menjaga kepercayaan jamaah di tingkat akar rumput.
Adapun kunci ketiga adalah memberikan pemahaman secara berkelanjutan kepada jamaah tentang manfaat dan pentingnya Koin NU. Edukasi tersebut disampaikan dalam setiap kegiatan, baik pengajian maupun acara keagamaan lainnya, agar jamaah memahami bahwa Koin NU menjadi penopang utama berjalannya jam’iyah beserta badan otonom NU.
“Dengan anggaran yang ada, jam’iyah bisa berjalan. Badan otonom bergerak, santunan bisa disalurkan, dan bantuan kepada warga dapat dilakukan,” jelas Sauqi kepada nubanyumas.com Sabtu, (7/2/2026)
Ia menambahkan, pemanfaatan dana Koin NU di MWC NU Baturaden dilakukan secara berimbang. Sebanyak 50 persen dialokasikan untuk penguatan organisasi dan badan otonom NU, sementara 50 persen lainnya digunakan untuk pentasharufan, termasuk santunan dalam pengajian dan bantuan langsung kepada masyarakat.
Berkat pola pengelolaan tersebut, MWC NU Baturaden mencatatkan perolehan Koin NU tertinggi se-Kabupaten Banyumas. Pada tahun 2024, dana yang terhimpun mencapai Rp294 juta, disusul Rp258 juta pada tahun 2025. Capaian ini menempatkan Baturaden di posisi teratas dibandingkan MWC lain di Banyumas.
Ke depan, MWC NU Baturaden tidak hanya menargetkan konsistensi perolehan Koin NU, tetapi juga mengarahkan fokus pada penyelamatan aset jam’iyah melalui program sertifikasi wakaf. Dalam lima bulan terakhir, telah dilakukan ikrar wakaf di 25 titik serta pengukuran lahan wakaf bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) di sekitar 20 hingga 25 titik.
“Legalitas tanah wakaf sangat penting untuk masa depan jam’iyah. Ini menjadi ikhtiar kami agar aset NU benar-benar terlindungi,” pungkasnya.
editor: akhyar











