Beranda Warta

MWC NU Jatilawang Matangkan Pendataan Kurban dan Pengamanan Aset Wakaf

JATILAWANG, nubanyumas.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Jatilawang menggelar rapat koordinasi bulanan di Masjid Al Muttaqin, Grumbul Wijahan Kayu Gede, Desa Bantar, Minggu Legi (24/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus ranting NU se-Kecamatan Jatilawang, badan otonom, serta tokoh masyarakat setempat.

Rapat koordinasi diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin imam masjid setempat, kemudian dilanjutkan pembukaan oleh Sekretaris MWC NU Jatilawang, Edi Antoro, melalui pembacaan Ummul Kitab bersama. Suasana kekeluargaan dan khidmat mewarnai jalannya kegiatan yang rutin digelar sebagai sarana konsolidasi organisasi menjelang momentum besar keagamaan.

Ketua PRNU Bantar, Ruston Nawawi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pengurus ranting dan jamaah yang hadir. Ia berharap kegiatan koordinasi seperti ini dapat terus memperkuat ukhuwah serta sinergi antarpengurus NU di tingkat ranting maupun kecamatan.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Bantar. Kepala Desa Bantar, Karsun Muridi, menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang digelar MWC NU Jatilawang. Menurutnya, peran NU sangat penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

Pada sesi pengajian, Wakil Syuriyah MWC NU Jatilawang, Kyai Ahmad Fauzi, menyampaikan tausiyah mengenai keutamaan bulan Dzulhijjah, khususnya amalan pada 10 hari pertama yang dianjurkan dalam Islam. Ia juga memberikan edukasi terkait hewan yang sah dijadikan kurban sesuai syariat, meliputi unta, sapi, kerbau, dan kambing.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Jatilawang, H. Muhammad Asyhadi, meminta seluruh pengurus ranting aktif melakukan pendataan hewan kurban di wilayah masing-masing guna memudahkan koordinasi dan pelaporan menjelang Idul Adha. “Kami berharap seluruh ranting dapat mendata jumlah hewan kurban, baik sapi maupun kambing, agar pelaksanaan kurban tahun ini berjalan tertib dan terkoordinasi dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah MWC NU Jatilawang yang juga membidangi Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU (LWPNU) menegaskan pentingnya pengamanan aset jam’iyah melalui legalisasi wakaf. “Masjid dan musholla yang dikelola warga NU perlu segera diurus administrasi wakafnya melalui lembaga NU agar aset umat tetap aman dan memiliki kepastian hukum,” tegasnya.

Selain membahas agenda keagamaan, rapat koordinasi juga diisi pemaparan laporan keuangan MWC NU Jatilawang oleh Bendahara Ahmad Muhasin Mahmud sebagai bentuk transparansi organisasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Wakil Syuriyah Kyai Ahmad Chirsun, dilanjutkan salat Ashar berjamaah, dzikir, dan saling bersalaman untuk mempererat silaturahmi antarjamaah.