Beranda Keislaman

Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin dan Artinya Lengkap

Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin dan Artinya Lengkap

BANYUMAS,nubanyumas.com – Berikut ini adalah teks Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin dan Artinya Lengkap yang bisa kamu hafal dan amalkan di bulan ramadhan ini.

Pelaksanaan ibadah sholat Tarawih di tahun 2026 ini terasa begitu bermakna. Berdasarkan pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Hal ini menandakan bahwa sejak malam ini, umat Islam di seluruh penjuru negeri, termasuk di wilayah Banyumas, mulai memanjatkan puji-pujian dan permohonan kepada Allah SWT.

Salah satu momentum yang paling dinanti setelah menyelesaikan rangkaian sholat sunnah tersebut adalah melantunkan doa kamilin setelah sholat tarawih.

Doa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ibadah malam Ramadhan di lingkungan Nahdliyin karena kedalaman maknanya yang mencakup seluruh aspek kehidupan dunia dan akhirat.

Apa Itu Doa Kamilin?

Nama “Kamilin” diambil dari kata pembuka doa tersebut, yakni Kâmilîn, yang berarti “orang-orang yang sempurna”. Doa ini merupakan permohonan komprehensif agar Allah menjadikan kita hamba yang sempurna imannya, disiplin dalam menjalankan kewajiban, dan istiqamah dalam meniti jalan hidayah.

Dikutip dari laman NU Online, doa ini mengandung struktur permohonan yang sangat indah, mulai dari urusan perbaikan kualitas diri di dunia, perlindungan di alam barzakh, hingga penggambaran kenikmatan surgawi sebagai motivasi spiritual bagi setiap mukmin.

BACA JUGA: Ini Bacaan Bilal Sholat Tarawih 23 Rakaat dan Witir: Arab, Latin, serta Terjemahannya

Teks Lengkap Doa Kamilin (Arab, Latin, dan Artinya)

Berikut adalah lafal lengkap Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih yang lazim dibaca selepas sholat Tarawih sebelum berlanjut ke sholat Witir:

Lafal Arab

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’i râdlîn. Wa lin na‘mâ’i syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat… Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.”

Mengapa Kita Membaca Doa Kamilin?

Membaca doa kamilin setelah sholat tarawih mengandung pesan mendalam tentang cita-cita tertinggi seorang muslim. Kita tidak hanya meminta iman yang kuat, tetapi juga meminta kekuatan untuk menjaga sholat, zakat, dan menjauhi hal yang sia-sia (laghwi).

Doa ini menggambarkan secara visual keindahan surga (seperti bidadari, kain sutra, susu, dan madu) sebagai pengingat bahwa lelahnya ibadah di bulan Ramadhan akan dibalas dengan kemuliaan yang tak terhingga.

Puncak dari doa ini adalah permohonan agar kita tidak termasuk golongan yang “celaka dan ditolak amalnya”. Ini menunjukkan kerendahan hati bahwa sehebat apa pun ibadah kita, semua tetap bergantung pada rahmat Allah SWT.

Malam-malam Ramadhan adalah waktu terbaik untuk mengetuk pintu langit. Dengan mengamalkan doa kamilin setelah sholat tarawih, kita berharap setiap sujud dan dzikir kita mendapatkan keridhaan-Nya. Semoga warga Banyumas dan seluruh umat Islam diberikan kekuatan untuk terus menghidupkan malam Ramadhan dengan penuh kesungguhan.