Beranda Warta

50 Siswa Ikuti Talkshow Bedah Buku “Selesai dengan Diri Sendiri”, Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri

50 Siswa Ikuti Talkshow Bedah Buku “Selesai dengan Diri Sendiri”, Belajar Berdamai dengan Diri
50 Siswa Ikuti Talkshow Bedah Buku “Selesai dengan Diri Sendiri”, Belajar Berdamai dengan Diri

PURWOKERTO, nubanyumas.com – Sebanyak 50 siswa didampingi tiga guru mengikuti Talkshow dan Bedah Buku “Selesai dengan Diri Sendiri” karya Ahmad Rifa’i Ri’fan di Area Parkir Kolam Retensi Purwokerto, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian SELARAS x Festival Literasi 2026 yang digelar Bank Indonesia Purwokerto pada 4-6 September 2026.

Talkshow mengangkat tema “Building Self Awareness for Better Leadership, Family, and Life”. Pembahasan dalam kegiatan berkaitan dengan kesadaran diri, penerimaan terhadap diri sendiri, pengelolaan ego, serta tekanan sosial yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Guru pendamping, Khoerul Anam, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengingat bagi pendidik untuk melakukan refleksi diri sebelum menjalankan peran dalam mendidik siswa.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi dan menjadi pengingat yang kuat bagi kami para pendidik. Menyadari konsep ‘selesai dengan diri sendiri’ membuat kami paham bahwa sebelum mendidik siswa dengan baik, kami sendiri harus matang secara emosional dan terbebas dari ego pribadi,” kata Khoerul Anam.

Menurut Khoerul, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi guru untuk mengevaluasi niat dalam menjalankan tugas mengajar.

“Harapannya, kita dapat mengevaluasi kembali niat mengajar. Bukan sekadar mengejar status atau jabatan, tetapi tulus memberikan manfaat dan menjadi teladan yang damai bagi para siswa,” ujarnya.

Sementara itu, guru pendamping lainnya, Erlin Suryaningsih, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan belajar yang sehat bagi siswa.

“Semoga seluruh guru di sekolah ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat, di mana siswa tidak merasa dituntut untuk menjadi sempurna, melainkan dibimbing untuk mengenali dan menerima diri mereka sendiri demi masa depan yang lebih bermakna,” ujar Erlin Suryaningsih.

Erlin juga berharap pemahaman tentang kesadaran diri dapat membantu siswa menghadapi tekanan akademis dan sosial. Menurutnya, siswa perlu mendapat ruang untuk mengenali potensi sekaligus menerima kekurangan diri.

(djito el fateh)